Bianglala Kehidupan

December 11th, 2009

Serunya Hamil Muda!

Posted by faridoet in Merah Muda dan Ungu

Siklus kehidupan saya sekarang ini benar-benar berubah total. Tapi biarlah,… saya mau menikmati masa-masa ini….Kira-kira sejak pertengahan oktober lalu, di rahim saya mulai terbentuk cikal bakal mahluk hidup yang kelak kalau lahir akan menjadi buah hati saya dan si ayah…. Jadi sekarang ini saya dalam keadaan hamil muda… ya kata orang “hamil muda”.

Nah, berdasarkan berbagai literature baik dari banyak buku, maupun artikel di internet yang saya baca sampai bosan, masa-masa ini sangat rawan baik bagi sang ibu maupun si janin. Hm,.. benar juga sih,.. berdasarkan pengalaman beberapa kawan memang hal-hal yang pada saat tidak hamil itu biasa pada masa ini bisa berbahaya bagi kelangsungan hidup si janin. Beberapa teman yang pernah mengalami keguguran disebabkan mereka lebih mengutamakan pekerjaannya atau studinya bahkan ada yang berakibat fatal hingga pada akhirnya divonis sulit untuk mendapatkan keturunan.Berangkat dari hal itu, saya harus berhati-hati dan merelakan apa-apa yang sudah saya rencanakan sebelumnya,… yang pentingjanin saya sehat saja dan tidak mengalami hil-hil yang tak diinginkan(baik oleh saya, keluarga, sahabat dan orang-orang yang masih sayang dan peduli sama saya). Selain jelas-jelas rizki dari yang maha Kuasa, anak itu kan anugrah,… tidak semua orang tua dipercaya untuk mendapatkannya oleh karena itu harus dijaga baik-baik….(sok bijaksana)

Saya beri kamu tahu ya, ternyata kehamilan itu bisa membawa banyak perubahan dalam siklus kehidupan si calon ibu. Dari perubahan bentuk fisik, sampai perubahan siklus harian yang mau tidak mau berdampak pada kehidupan si calon ibu dan calon ayah. Begitu juga yang terjadi pada saya dan si ayah (tapi kebanyakan sih si ayah sukanya ikut-ikutan saja dengan alasan ndak maukalah ya yaw he..he…he…). selain itu, banyak juga berkah dari kehamilan ini (salah satunya saya masih punya alasan kuat untuk tinggal sebentar lagi di bandung, padahal ini karena belum siap hidup terpisah hik..hik..hik)

Setelah professor saya, prof. Josua mengetahui saya sudah hamil, untung tak dapat ditolak, malang tak dapat menyentuh, beliau yang awalnya mengiginkan saya segera ujian, justru meminta saya untuk melakukannya secara perlahan-lahan hingga melewati masa rawan trimester pertama, jadi saya bisa tinggal lebih lama di bandung…… dengan alasan tersebut. Kalau saja tidak, maka setelah ujian saya kan harus segera kembali ke Solo…..malah beliau yang membuat scenario agar saya bisa bertahan di bandung lebih lama,…(kalau perlu gak usah balik aja ya, sekalian ambil S3 di sini, begitu katanya padahal beliau masih takut kehilangan mahasiswanya yang menjengkelkan sekaligus menggemaskan ini lho…. Ck..ck..ck.. narsis banget gitu lho! Padahal beliau hanya tidak tega saja melihat wajah saya yang pucat, lemas dan hoek-hoek terus sepanjang hari konsultasi he..he..he..)

Eh,.. tahu tidak? belum lama ini Kaprodi saya sampai datang sendiri ke bandung lho….( padahal bo-ong! datangnya ramai-ramai dengan rombongan) maksudnya sih mau bilang, datang langsung ke bandung menjenguk keadaan saya, yang belum juga pulang ke Solo… (ini juga alasan sampingan lho… he..he…) sampai-sampai beliau mengira saya mau pindah saja ikut suami tinggal di bandung…. Dan ketika beliau mengetahui saya hamil dan sedang mengidam (oh,.. saya paksakan menemui beliau di kampus JICA sambil menahan mual yang luar biasa terkadang diselingi hoek-hoek di sepanjang jalan dan kalau sudah parah terpaksa mendekam di toilet, maklum lah masih mabok, karena alergi keramaian, kebisingan, kegaduhan, dan berbagai aroma yang aneh-aneh dari aroma makanan sampai aroma rambut yang tersengat matahari (sensitivitas penciuman meningkat 50% lebih, bahkan aku bisa mendeteksi keberadaan dari aroma tubuhnya dari jarak 5 meter lebih! ) dan oh! Begitu beliau mengetahui saya hamil,… ya jelaslah saya harus menunggu sampai selesai trimester pertama untuk pindahan ke solo untuk menghindari hil-hil yang tak diinginkan oleh semua orang yang tentunya sayang sama saya dunk,……

Ya iya lah,… ternyata orang hamil itu memang agak aneh dan neko-neko kalau orang jawa bilang. Dari yang mual-mual, muntah-muntah dikarenakan aroma-aroma yang biasanya disenangi sampai ngantuk yang tidak tertahan di waktu-waktu yang tidak lazim, bahkan sampai perubahan kebiasaan, dan kesukaan,.. pokoknya aneh pisan lah,…

Gimana gak aneh, masak saya bisa-bisanya kepingin banget makan bakso, dan rela memaksakan diri untuk menyengaja ke tukang bakso demi semangkok bakso, yang kalau pada masa normal saya biasanya menolak makan makanan yang satu ini kalau masih ada makanan lain yang lebih sehat dan bergizi. Bukan hanya itu saja ya,… saya ceritakan betapa anehnya keadaan hamil itu. Saya, biasanya suka banget sama yang namanya minuman susu, eh,…. Semasa hamil muda, minum susu ibu hamil seperti minum jamu rasanya, hidungnya harus dipencet dan diminum selagi masih hangat. Tapi ya,.. kalau saya pikir-pikir lagi, sebetulnya seberapa besar sih manfaat meminum susu ibu hamil? Waktu mama hamil adek saya itu, mama konsumsi susu ibu hamil (iya,… hi..hi..hi…sayajuga sih yang memaksanya untuk minum walaupun awalnya mama tidak suka) dan adek saya lahir dengan berat 2 ons lebih ringan dari saya, walaupun sekarang badannya dua kali lipat lebih besar dari saya, tapi belum terbukti isi kepalanya lebih baik dari saya sewaktu seusia dia. Trus lagi ya,… saya pikir lagi, jaman dulu ibu-ibunya prof. Yaya ataupun Prof. Jo saya yakin tidak minum susu ibu hamil ketika mengandung beliau-beliau itu, dan toh ternyata mereka bukan hanya cerdas dan pintar tapi juga sehat berbadan besar (benar! Mereka itu tinggi dan besar)! Hm,… kalau ibu mertua saya dulu minum susu ibu hamil tidak ya, waktu mengandung si ayah dan kembarannya?! Akh,.. jadi penasaran sebetulnya sejak tahun berapa sih susu ibu hamil itu khusus diciptakan dan dipasarkan di Indonesia? Ada yang bisa bantu jawab ndak? Ini penting buat membangun motivasi saya untuk minum susu ibu hamil. (buat saya, sampai saat ini ya, susu ultra segar dan Dancow full cream kelezatannya belum ada yang menandingi)

Uh bukan hanya itu, saya yang biasanya suka makan, apalagi kalau aroma makanan sudah sampai diujung hidung, eh sekarang baru mencium aroma makanan (yang bagi orang normal pastilah terasa sedap) saya malah mual-mual, hoek-hoek dan nafsu makan lenyap dalam sekejap. Aduh,.. kasihan si ayah,.. suatu malam pulang bawa masakan padang koramil (pada keadaan normal, kami berdua suka banget makanan ini), eh salah satu sayur yang masih hangat aromanya amat menyengat, jadilah ia harus rela untuk menyimpannya saja dan meletakan sayur itu jauh-jauh dari jangkauan penciuman saya…. Kalau soal makanan sih bukan hanya saya yang mengidam, si ayah juga tuh aneh-aneh aja. Kepingin mie ayam lah, kepingin petai goreng lah, mie instant lah,…sampai mpek-mpek dan batagor! tapi jelas si ayah tidak suka rujak, apalagi buah yang asam-asam! Sesungguhnya walaupun saya tidak hamil, kalau soal rujak dan buah yang asam-asam ini kesukaan saya sejak kecil, jadi kalau saya ngidam rujak dan buah yang asam-asam jelas ini bukan suatu anomali.

Kalau begitu, saya makan apa dong?! Perempuan hamil kan harus cukup gizi seimbangnya. Makanan yang saya suka itu, aneka sayuran yang dimasak tanpa minyak-minyak. Nah kalau sumber protein ya,.. terpaksa deh tutup hidung sambil makan. Kepinginnya sayur makan pakai sayur tege, (sayur bening dengan bumbu bawang merah, bawang putih dan kencur). Tapi untungnya saya masih suka makan yang berasal dari laut (sea food) seperti, udang, kepiting, cumi dan beberapa jenis ikan, oh ya,.. itu selain telur asin dan telur ayam lho (kalau dua jenis telur ini masih acceptable deh buat si bumil. Intinya saya tetap memaksakan makan apa saja yang masih mungkin bisa masuk, walaupun terkadang dengan berat hati makanan-makanan itu harus saya relakan keluar dari lambung sebelum benar-benar tercerna dengan baik. Masuknya susah-susah, eh keluarnya gampang banget! Nah itulah perumpamaan makanan buat saya yang sedang hamil muda. Tapi itu sih tak seberapa susah, lebih susah lagi kalau acara mual dan muntah di pagi buta. Bukan makanan yang keluar tapi cairan bening berwarna kuning yang pahitnya minta ampun deh, dengan mual-mual yang serial tanpa jeda! Ck..ck…ck…. mungkin begini ya rasanya orang yang mabok naik mobil kayak pak Ali (itu lho kakak seperguruan saya, mahasiswa S3 dosen UNYyang kata bu Jamilah mirip sama saya he..he..he…) maklum deh, seumur-umur saya belum pernah merasakan mabok ketika naik mobil, kecuali kemarin waktu mudik Idul Adha ke bekasi (jadi kasihan sama Mas Dani yang rela berkorban untuk menjemput si ibu hamil ini,… thanks ya Mas, jangan kapok, besok lagi yaJ).

Eh,.. bentar-bentar! Mumpung masih inget, tau gak, kemarin tuh pagi-pagi saya pingin banget sarapan hamburger! Wkwkwkw….. sungguh aneh bin ajaib, jadi deh kita pagi-pagi nongkrong di Mc-D setiabudhi. Serius cuma ada kita berdua yang makan di tuh restoran cepat saji! Sambil nonton tv cabel HBO yang muter film keluarga di pukul 07.00 waktu Indonesia bagian bandung! Normalnya, saya akan memilih restoran masakan Indonesia asli daripada makanan cepat saji kayak gini nih,…. Tuh kan! Emmang bumil itu suka aneh-aneh.

Itu baru soal makanan, belum lagi lagi soal kebiasaan. Saya yang biasanya maniak internet, maka untuk sementara ini vakum dulu dari dunia maya. Rasanya bosan dan mual luar biasa kalau di depan internet, dari FB, email, sampai blog terbengkalai tak terjamah untuk beberapa waktu. Ini benar-benar luar biasa! Maksudnya di luar kebiasaan saya. Eit,… bukan Cuma itu! Kalau kalian ada yang merasa mengirim sms pada saya dan tidak saya balas, itu berarti anda adalah salah satu korban kemalasan saya berinteraksi dengan alat telekomunikasi. He..he..he… maaf-maaf sejuta maaf ya…. Eh, tapi kalau baca koran saya masih suka lho,.. apalagi ngisi TTS Kompas minggu, itu jadi ritual, he…he… si ayah sampai ketularan (saya berharap ada TTS tiap hari di Kompas)

Rupanya bukan hanya sekadar kebiasaan saja yang berubah, tetapi minat juga mengalami pergeseran cukup signifikan. Kalau dulu, saya gak begitu suka buku-buku yang agak ringan dan bahasanya rada-rada gaul gitu seperti yang ada di ciklit atau novel-novel humor, tapi sekarang saya jadi bisa menikmati buku jenis ini. Dari bukunya si Radit sampai bukunya si Pidi Baiq. Saya juga agak malas dan bosan membaca jurnal-jurnal yang biasanya rutin tiap hari jadi lalapan selama sekolah. Nonton acara tv juga begitu, kalau dulu saya sudah sulit menikmati acara-acara humor dan hiburan (paling banter nonton tv-one dan metro), sekarang malah bosan lihat berita dan diskusi di dua stasiun tv itu. Entah bosan karena berita tentang betapa buruknya sistem hukum danperadilan di bangsa ini (kasus bibit –chandra, kasus ibu prita, dan kasus bank century) atau bosan karena kasus-kasus yang sebetulnya sederhana itu buat-buat seperti menjadi sangat rumit sehingga perlu diberitakan berulang-ulang di stasiun tv sampai saya benar-benar muak dan bosan. Habis, semakin hari semakin kelihatan saja kalau para orang-orang penting itu (asumsi saya karena punya jabatan pentingdan sering muncul di tv!) punya logika berpikir yang amat aneh dan tidak bisa diterima logika saya!

Contoh keanehan logika dari sebuah berita:

Sesuai berita, seorang jaksa yang ketahuan menjual ratusan ekstasi hanya dihukum satu tahun potong tiga bulan, sedangkan seorang sopir yang ketangkap membawa sebutir ekstasi dihukum lebih dari 2 tahun.

Si hakim bilang:

Ya,.. karena si Ibu Jaksa itu kan penegak hokum jadi walaupun di hukum satu tahun sudah sangat berat baginya. Dan kasus ini dianggap sebagai kelalaian dalam bertugas bukan untuk mencari nafkah jadi ya sudah pantas hukuman segitu. Aneh pisan!

Lah,.. kalau menurut logika berpikir yang benar seharusnya si jaksa ini dihukum lebih-lebih berat lagi, karena beberapa alasan berikut:

1. Dia kan penegak hukum jadi lebih tahu hukum, lah kok malah justru melanggar hukum.

2. Dia kan penghasilannya (baru gaji pokok aja lho) diasumsikan sudah cukup, tidak dalam keadaan terpaksa

3. Ekstasy yang dijual adalah barang bukti kejahatan

4. Ditambah lagi dia kan perempuan! (Eh, apa hubungannya ya?! Hm,… ya kalau yang melakukan hal itu perempuan rasanya kok lebih tidak bermoral ya)

Oleh karena itu harusnya hukumannya kalau untuk si sopir yang bawa satu butir pil ecstasy itu dihukum 4 tahun maka si ibu jaksa itu harusnya dihukum 4 tahun dikalikan 300 butir ekstasi jadinya 1200 tahun! Wkwkwkwkwk… ini baru adil dan logis! Bête banget gak sih. Hayo siapa yang sepakat dengan saya tunjuk hidung?!

Aduh,… kok jadi ngelantur ya,.. balik lagi deh. Satu lagi sebetulnya kegemaran baru saya. Menonton tv serial (catatan: ini serial tv luar negri jadi enggak ada di stasiun tv Indonesia) “Adrian Monk” si detektif yang keren itu lho,…. Akh,.. tapi sayang belum dapat pinjeman lagi dvd lagi nih…. Saking sukanya sama detektif yang satu ini, masak si ayah kasih nama anak kucing yang amat lincah di kost dengan julukan “Adrian meong”. Itu belum termasuk betapa ngilernya saya kepingin banget beli majalah catalog Ethan Allen, dan ketika sudah dibeli, enggak bosan-bosannya itu catalog tebal dipandangi berkali-kali, terus di kepala saya berpikir bagaimana model-model yang ada dalam catalog akan saya wujudkan sesuai dengan budget dan kondisi rumah yang akan kami tempati di Solo nanti (ini termasuk khayalan tingkat tinggi bukan ya?).

Lho,..lho… ceritanya kok jadi panjangya? Padahal ini kan baru sebagian kecil saja. Hm,… sudah lama ndak buat tulisan sih, jadi isinya rada ngelantur ngalor-ngidul nih. Tapi apapun itu, semoga tulisan perdana ini bisa membangkitkan kembali kebiasan baik saya selama ini yaitu menulis di blog. Masih banyak lho cerita lainnya tentang serunya jadi ibu hamil. Apalagi kehamilan perdana! Sebetulnya saya belum bosan menulis, tapi saya yakin kalian pasti sudah mual membacanya ya. Jadi saya cukupkan dulu ceritanya sampai di sini saja.

June 4th, 2009

Usiaku Kini 28 Tahun,……….

Posted by faridoet in Cerita, Putih

Bandung, hari rabu tanggal 3 Juni 2008

Tepat 28 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku menghirup udara bumi. Hm,… 28 tahun sudah rupanya aku menjalani hidup, sudah ¼ abad lebih, kurang lebih 10080 hari atau 241920 jam, atau 14515200 menit atau 87912000 detik. Tidak bisa dibilang sebentar bukan? Namun bukan berarti juga sudah cukup lama bila dibandingkan dengan mereka yang sudah lebih dulu hadir di dunia dan masih bersama-sama menikmati kehidupan saat ini. Bila kehidupanku merupakan sebuah buku, maka setiap masa yang dilewati adalah satu episode dalam kehidupanku.

Dalam usia 28 tahun ini satu episode baru akan mulai kutulis. Tidak lama lagi, bila Tuhan ridha. Maka bab demi bab akan mulai ditulis dengan tinta cinta yang mata airnya dari dalam hati. Sebuah episode yang mungkin paling banyak dinanti oleh para pembaca novel kehidupanku. Keluargaku, kerabatku, sahabatku, kawan-kawanku, bahkan mungkin orang yang hanya mengenalku sekilas saja, atau orang yang baru saja dengan tidak sengaja mengenalku, yang pasti hampir banyak orang akan senantiasa memiliki kecenderungan untuk tertarik dengan topik utama pada episode ini. Tentulah kalian tahu tanpa harus kuungkapkan secara eksplisit bukan?!

Episode baru yang akan mulai aku tulis beberapa bulan lagi, mungkin salah satu episode yang penting dalam setiap novel kehidupan anak manusia. Episode tentang sebuah pilihan untuk mengisi entry dalam matrik ruang hatimu dengan keberadaan dia yang kelak diharapkan akan menjadi bagian dari hidupmu, selamanya bahkan hingga ke syurga. Ya,.. matrik dalam ruang hati akan memiliki entry baru, yang juga berarti aku menambah satu baris sekaligus satu kolom di sana. Kenapa? Karena, entry itu tidak akan mungkin hanya masuk seorang diri saja bukan, dia akan membawa serta anggota dalam matrik hatinya juga untuk masuk ke dalam matrik dalam ruang hatiku demikian pula sebaliknya.

Aku sekarang, perempuan 28 tahun, adalah hasil karya kuas kehidupan yang ditorehkan pada kanvas kehidupanku dengan warna-warna kejadian yang silih berganti selama 28 tahun. Dan lukisan kehidupanku adalah lukisan dengan gaya perpaduan antara realis, ekpresionis dan surealis tanpa dominasi warna tertentu, hapir semua warna rasanya sudah sempurna tersapu dalam setiap lambaian kuas selama 28 tahun ini. Merah, kuning, hijau dengan seluruh jenis differensialnya berpadu dengan sempurna menciptakan berjuta nuansa.

Aku mendapat kejutan istimewa, yang baru pertama kali aku alami, menjelang shubuh sahabatku datang membawa kue bertabur coklat sempurna dan dua batang lilin. Hanya berdua, berbagi kebahagiaan malam itu selepas sujudku yang sudah seperti ritual saja rasanya (sungguh kejam perasaan-perasaan dingin yang berkecamuk dengan pikiran-pikiran yang tidak sempurna dalam doa-doa yang sering mendua! Semoga saja Tuhan iba dan segera mengembalikan jiwa yang sedang terluka). Akh,… romantis sekali, sahabat baru yang Tuhan kirimkan adalah anugrah sekaligus kado termanis untukku kali ini. “Make a wish dulu Da sebelum tiup lilinnya!” he..he..he.. aku bahkan saat itu belum merumuskan apa yang aku inginkan pada peringatan tanggal dan hari kelahiranku yang ke-28. Anyway, akhirnya dalam waktu beberapa detik aku mengetahui apa permintaanku, aku meminta agar sahabatku yang membawakan kebahagiaan ini juga diberikan berkah kebahagiaan dalam hidupnya, dalam setiap langkahnya. Malam sebelumnya, calon penghuni baru matrik hatiku menjadi orang pertama yang memberiku kado sebuah tulisan dalam blognya. Sebuah keindahan yang menggugah. Cukup untuk membuat aliran sungai air mata di penghujung pagi ketika aku membaca tulisannya. (Semoga Tuhan ridha dan memudahkan segalanya bagi kita. Amien…..)

Tidak seperti tahun sebelumnya, peristiwa peringatan genapnya usiaku menjadi sebuah bilangan bulat kali ini, lebih banyak membuatku merenung ke jauh ke dalam diriku sendiri, terlepas dari berapa banyak yang telah aku lakukan dan harapan-harapanku di masa yang akan datang, aku lebih banyak merenung tentang diriku, Tuhanku, kelemahan dan kelebihanku, pilihan-pilihanku, hidupku, hatiku, jiwaku serta pertentangan-pertentangan di dalamnya yang terkait dengan kebenaran dan kejujuran. Semuanya tentang aku, egocentrisms. Sungguh bukan aku menafikkan entry-entry matrik hatiku yang lain, selain Tuhan melainkan karena aku hanya ingin bersama jiwaku kali ini. Walau hanya menghasilkan sebuah hipotesis sederhana bahwa; “Benar. Tidak mudah menjadi seorang Farida Nurhasanah” (sungguh aneh sebetulnya mengingat begitu banyak premis sebelumnya yang dapat berkakhir hanya dengan sebuah kesimpulan yang sepertinya dapat dibuat tanpa premis-premis panjang sekalipun,… sungguh menyebalkan bukan?! terdengar seperi sebuah egoism. Sungguh! dapat membakar dan melumat habis rasa ingin-tahu-mu yang hanya akan berujung tanpa jawab he..he..he..J) semua itu menghantarkan aku pada permintaan, Smoga Tuhan mengampuni dosa-dosaku dan menjadikan sisa usiaku menjadi penuh berkah, agar setiap langkahku ke depan senantiasa dalam petunjuk dan bimbinganNya. Amien.

Aku sekarang, perempuan 28 tahun.

April 6th, 2009

Tentang Sabar

Posted by faridoet in Sajak-Sajakku

Benarkah kesabaran tak berbatas?

Kawan, kita hanya manusia biasa

yang punya rasa dan karsa

Dimana jiwa sedang terjaga

Maka sabar akan menetap di sana

namun dikala jiwa lena

terbawa entahlah apa

Maka sabar menguap entah kemana

Sekali lagi lagi Kawan,

Kita hanya manusia biasa

April 6th, 2009

Tentang Waktu

Posted by faridoet in Sajak-Sajakku

Waktu tak pernah bertuan Kawan

Pun tak kan pernah ia pulang

Hanya pada Tuhan waktu berpegang

Sempurna dalam genggaman

Mungkinkah waktu dapat terbeli?

Tidak Kawan, sedikitpun tidak!

Kecuali dengan kesabaran hati

March 18th, 2009

IKUTAN KAMPANYE YUK,………

Posted by faridoet in Hijau

Menuliskan setiap yang terlintas dalam pikiran terkadang tidaklah selalu mudah bagi saya Seringkali saya bingung harus memulai darimana, karena seringnya pikiran saya meloncat dari satu topic ke topic yang lain begitu saja. Seperti saat ini, ketika kawan sedang seru-serunya membahas pokok panas kampanye saya malah berpikir tentang ide-ide untuk membuat bumi lebih hijau dan nyaman. Sebetulnya Ide ini muncul dalam perjalanan saya ke Bogor, disaat saya melihat banyaknya lahan-lahan kosong yang terbengkalai di sepanjang jalan. Andainya saja di lahan–lahan tersebut berdiri berjajar pohon-pohon kayu keras membentuk sebuah hutan rimbun, tentunya akan banyak hewan yang bisa mendiami ekosistem tersebut. Ah,.. tapi kan lahan itu menjadi tidak produktif secara ekonomis! Begitu kan kata-kata para kapitalis industri. Eit,…. Tunggu dulu! Siapa bilang hutan tidak memberi manfaat secara ekonomis? Andai saja hutan itu kaya akan keanekaragaman hayati kita bisa mendatangkan devisa melalui cara yang berbeda. Undang para wisatawan yang sekarang sedang haus akan wisata-wisata alam yang penuh tantangan. Kelola dengan professional. Maka keuntungan ganda yang kita peroleh.

Sebetulnya, sejak lama saya memiliki sebuah mimpi besar. Amat besar! Bermula pada tahun 1999, ketika saya tur keliling pulau jawa bersama Mba Kung (Alm) dan Mbah Janti, sepanjang perjalanan melihat begitu banyak potensi alam yang dimiliki oleh bangsa ini. Dalam pikiran saya bergaung-gaung kata-kata “Bangsa ini seharusnya menjadi bangsa agraris yang makmur andai saja sumberdaya alamnya dimanfaatkan dengan cerdas dan bijak” . Dari sinilah, kemudian saya bercita-cita suatu hari nanti akan mewujudkannya. Seiring berjalannya waktu, hari ke hari bahkan sampai hari ini, saya mencoba merumuskan keinginan besar itu.Walau pun belum dapat memulai langkah besar saat ini, setidaknya langkah-langkah kecil kelak akan berkumulasi.

Oh,.. betapa inginnya saya mempopularkan, Pisang Ambon, rambutan, Jeruk Bali, Duren Jawa, mangga golek, akh,… semua buah-buahan negri ini ke segala penjuru dunia. Ataupun ikan, udang, belut, daging, lobster, tripang, dan masih banyak lagi hasil budidaya ternak bangsa ini. Namun yang terjadi justru sebaliknya, kitalah yang diserbu oleh beraneka buah import, atau bahkan daging sapi atau ayam import! Akh,.. jujur saya tersinggung sebagai anak negri yang kaya ini, bayangkan jika ternyata jeruk saja kita harus import dari cina, padahal jeruk medan atau Pontianak itu rasanya bisa lebih enak dari sekedar jeruk Ponkan andai saja diteliti dan kembangkan dengan baik. Seharusnya Negara yang alamnya amat subur ini sungguh bisa membuat rakyatnya kaya raya dengan potensi yang ada. Seharusnya tidak ada kata gizi buruk atau busung lapar di bumi pertiwi ini! Bisakah kawan bayangkan, kalau Tanah, batu dan kayu jadi tanaman. Semestinya tidak harus orang Indonesia menjadi buruh pabrik dengan upah rendah hanya untuk makan sehari-hari! Dimana, dimana letak salahnya?….. negri ini telah salah kelola. Andai saja bangsa ini mampu memberdayakan sumber daya alam, mengolahnya dengan sebaik-baiknya hingga memiliki harga jual yang tinggi maka bangsa ini akan menjadi salah satu bangsa termakmur di dunia. Andaikan alam negri ini dikekola dengan benar dan bijak, maka setidaknya tidak terdapat seorang rakyatpun yang sulit mencari sesuap nasi.

Kerusakan alam memang bukan hanya terjadi di Negara kita ini, namun bukan berarti bahwa kita hanya berdiam diri saja alih-alih merasa senasib dengan seluruh manusia dunia yang sekarang sedang merasakan dampak global warming. Sebagai individu sekaligus anak bangsa yang juga penduduk bumi seharusnya tidak tidak hanya berdiam diri saja khan?!Selemah-lemahnya iman, maka cobalah ikut berpikir. Jadi, ya saya berpikir! J hingga muncullah ide untuk membuat sebuah program penyambutan bayi yang baru lahir dengan penanaman minimal sebuah pohon kayu dimanapun di lahan-lahan yang bisa ditanami! Kegiatan ini, secara tidak langsung menjadi sebuah program reboisasi bersama dan berkesinambungan. Selain itu secara filosofis juga bermakna proses tumbuh kembang anak linear dengan proses tumbuhnya pohon. Bayangkan ada berapa bayi yang lahir dalam satu hari? Bayangkan pula ada berapa pohon yang ditanam dalam satu hari?

Wah bagaimana kalau keluarga yang tidak punya lahan? Nanam pohon cabe aja atuh! J ya enggak gitu donk,… kalau memnag keluarga belum punya lahan, tanam saja pohon itu di pinggir sungai-sungai atau pemerintah menyediakan lahan-lahan kosong yang berfungsi sebagai taman sekaligus paru-paru kota kemudian warga bisa nimbrung menanam di sana, kemudian pohon itu diberi inisial dan tanda sehingga ketika anak sudah cukup mengerti maka dia bisa melihat pohon yang sengaja ditanam untuknya, diharapkan muncul juga perasaan memiliki dan keterikatan. Oh,.. so sweet. Membayang anak-anak kecil berkata, “Ayah,.. ini pohon milikku ya,… usianya sama dengan usiaku…”. (Khayalan tinggkat tinggi,.. ck..ck..ck…)

Andainya ide ini dapat terealisasi,…….. Hayoo siapa mau ikutan?…… ikutan yuk,….. para calon bunda dan ayah,…. Ayo realisasikan hijau bumiku……… ayoo ikut kampanye penghijauan……. Kalau belum punya kesempatan menanam,.. paling tidak ikutan kampanye-nya dulu……….

Kebetulan nih,.. sedang masa kampanye,… hayoo para jurkam! sekalian deh ikut dikampanyekan gerakan ini! J ajie mumpung euy,…..

Next Page »
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: