Ma,…..
Ma,… maafkan Aku yang membuatmu cemas
Dalam kesedihan kehilangan seorang Ibu
Ma,… sungguh aku tidak ingin membuatmu cemas
Tapi hati tak sanggup berdiam diri
Menyaksikan semua yang terjadi
Harus Kulakukan walaupun penuh resiko
Bukan karena benci namun karena nurani tak dapat kompromi
Ma,… bukankah kita wajib saling mengingatkan?
Ia telah menoreh luka yang dalam
Pada hati orang yang semestinya menerima baktinya
Aku tidak sanggup melihat wajah keriput yang duka itu
Menyimpan luka lagi Ma,……
Ma,… percayalah Tuhan akan selalu melindungi
Siapapun yang berjuang untuk menyusuri jalanlurus-Nya
Usahlah takut dan cemas bila kita tidak berbelok arah
Ma,… tidak selamanya diam itu emas.
*)Betapa terjalnya jalan dakwah, hingga terkadang kaki berdarah-darah terbentur batu cadas.