Bianglala Kehidupan

March 31st, 2008

Ma,…..

Posted by faridoet in Putih, Sajak-Sajakku

Ma,… maafkan Aku yang membuatmu cemas

Dalam kesedihan kehilangan seorang Ibu

Ma,… sungguh aku tidak ingin membuatmu cemas

Tapi hati tak sanggup berdiam diri

Menyaksikan semua yang terjadi

Harus Kulakukan walaupun penuh resiko

Bukan karena benci namun karena nurani tak dapat kompromi

Ma,… bukankah kita wajib saling mengingatkan?

Ia telah menoreh luka yang dalam

Pada hati orang yang semestinya menerima baktinya

Aku tidak sanggup melihat wajah keriput yang duka itu

Menyimpan luka lagi Ma,……

Ma,… percayalah Tuhan akan selalu melindungi

Siapapun yang berjuang untuk menyusuri jalanlurus-Nya

Usahlah takut dan cemas bila kita tidak berbelok arah

Ma,… tidak selamanya diam itu emas.

*)Betapa terjalnya jalan dakwah, hingga terkadang kaki berdarah-darah terbentur batu cadas.

 

March 23rd, 2008

Memohon Kekuatan

Posted by faridoet in Hitam dan Kelabu, Sajak-Sajakku

Himpunan titik-titik yang Kau berikan ini
Kucoba petakan menjadi fungsi
Dengan interpolasi ataupun ekstrapolasi
Berkali-kali kucoba dan kupilih jalan yang pasti
Agar fungsi ini kontinu dengan galat minimum

Tuhan, tertatih-tatih ku daki titik-titik stasioner fungsi ini
Tersungkur Aku pada interval dimana fungsi motonon turun
Berdiri kembali, berjalan dan berlari kususuri kurva ini
kulewati interval-interval baru bersama waktu

Tuhan,… Kurva ini punya banyak titik stasioner
Kaki ini mendaki banyak puncak maksimum lokal
dan terseok-seok bertahan di setiap turunan curam

Tuhan, sudilah genggam tanganku, tuntun langkahku
dan bisikan ditelingaku "Aku bersamamu selalu disetiap waktu"
Untuk kuatkan hatiku dan tegarkan setiap langkah kakiku
Karena tanpaMu ke-tidakberdayaanku akan membuatku tersesat dalam fungsi yang piece wise continue
dan terperosok pada titik-titik discontinue

March 16th, 2008

RINDU PADA YANG TLAH PERGI

Posted by faridoet in Putih, Sajak-Sajakku

Kemana hendak kucari penawar hati

Yang merindu tiada terperi

Pada mereka yang telah pergi

Ke Hadirat Illahi 

Hanya lantunan doa

Yang dapat aku panjatkan 

Kiranya Allah reda

Mempertemukan kita kembali disyurga-Nya kelak                                                      

Amiin

Untuk yang kesekian
kalinya, rindu di hati hadir tiada terperi pada Mbah Kung H. Mawardi(Paman dari
Ibuku) dan Mbah Kung H. Madmasum(Ayah dari Bapakku).

Walau tidak tinggal
bersama, mereka punya kebiasaan yang sama. Aku ingin kembali pura-pura terlelap tidur ketika di jenguk di
kamar sebelum shubuh tiba.

Jumat 14 maret 2008

 

March 9th, 2008

TERSANJUNG DAN TERSIPU

Posted by faridoet in Biru, Sajak-Sajakku

Sahabat, alangkah mulia hatimu

Coba meniru jejak Haulah binti Hakim

Hanya untuk membuatku tersenyum

Walau terkadang apa yang kau pahami

Tidak sama dengan yang terjadi

Bijaksanalah saudariku,

Agar tak kau lukis rona merah di wajahku

Terima kasih atas kasih sayang

Yang tak pernah kau bilang

Membuatku tersanjung sekaligus tersipu

 

 

Gerlong,8 maret 2008

Kupersembahkan untuk sahabatku tercinta.

“Sahabat, cukuplah saja doa tulus dan ikhlas maka Kau akan melihat kami
bahagia, Percayalah!”


March 9th, 2008

TENTANG PILIHAN, NAGA DAN PENUNGGANGNYA

Posted by faridoet in Gradasi

Eragon menjangkau
benak saphira;

“Jika semuanya sudah ditentukan, apakah pilihan kita ada artinya?

atau kita hanya perlu belajar menerima nasib?”

 

“Eragon, aku memilihmu dari dalam
telurku.

Kau diberi kesempatan yang banyak orang bersedia mati untuk mendapatkannya.

Apakah kau tidak bahagia karenanya?

Bersihkan kepalamu dari pikiran-pikiran seperti itu.

Pikiran-pikiran seperti itu tidak bisa dijawab

dan tidak akan dapat membuatmu lebih bahagia”

kebijaksanaan tertumpah dari benak Saphira, Sang Naga betina, yang telah
memilih Penunggangnya bahkan sejak bersemanyam dalam telur.

*) "ERAGON" karya christopher Paolini

Next Page »
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: