Rasanya
akhir-akhir ini hari-hari saya lebih
sering tidak sesederhana biasanya. Saya mendefinisikan hari yang sederhana
sebagai hari yang penuh dengan rutinitas biasa, tanpa ada kejadian yang terjadi
tanpa direncana, jadi setiap kejadian sesuai dengan rencana yang saya buat.
Nah, maka hari yang tidak sederhana adalah negasi dari pengertian hari yang
sederhana. Dua hari yang lalu seperti sebuah serendipity secara kebetulan saya dipertemukan dengan
orang-orang yang bertalian dengan pribadi-pribadi yang dekat dengan saya.
Subhanallah,…. Scenario Allah luar biasa indahnya.
Kemarin,
jumat 18 april ’08 lebih kurang pukul 15 an, CDMA saya berbunyi, saya agak
cemas ketika melihat layar ponsel yang muncul adalah nomor rumah, karena
barusan saja saya menelpon rumah cukup lama, satu jam untuk bertukar kabar
berita dengan Mama, Bapak dan Adek. Benar saja! Saya dengar suara mama setengah
berbisik dan cemas,
“Kak,
ini ada orang yang datang, katanya intel dari kepolisian, tanya macem-macem
masalah pencurian yang dulu terjadi. Mama takut nih”
“Kalo
memang mereka polisi, Coba ditanya surat perintahnya Ma kemudian ditanya dapat
informasi dari mana?”
“
Katanya dapat informasi dari suatu media kalau di daerah sini banyak pencurian,
kak”
“Oh,..
itu berarti tulisan kakak sudah dimuat di Koran Ma,…”
“Terus
Mama harus bagaimana Kak?”
“
Ya Udah, mama tenang aja dulu ya kakak cari informasi apa benar tulisan kakak
sudah dimuat atau belum, Bapak dimana?”
“Bapak
lagi ngobrol sama mereka, mama takut salah ngomong kak. Iya deh nanti di telfon
lagi.”
Setelah
itu, percakapan kami terputus. Saya berusaha mencari informasi apa benar,
tulisan saya dengan judul “POLSEK BEKASI SELATAN TIDAK CEPAT TANGGAP” yang saya
kirim hari selasa tanggal 15 april ’08 sudah dimuat di harian Media Indonesia.
Ketika saya masih sibuk mencari informasi, tiba-tiba ponsel kembali berdering.
“Assalamualaikum,….”
“Waalaikum
salam… Kak, ini yang datang tambah banyak loh ada dua rombongan, sekarang yang
datang polisi yang sudah senior-senior, beliau ngasih kartu nama, namanya Arlond Sitinjak, nanyain kakak dan minta nomor
telfon kakak, baiknya di kasih ndak?”
“Oh,..
beliau itu kalau ndak salah Kapolsek bekasi selatan deh Ma, Subhanallah,…
Beliau langsung ke rumah kita?! ya udah kasih saja Ma”
“Oh
jadi ini Bapak Kapolsek?! MasyaAllah,.. Aduh,… Mama khawatir banget nih kak,
semuanya diperiksa langsung, di Tanya macem-macem..di luar rumah banyak banget
polisinya”
“Sikap
mereka gimana Ma, baik ndak?”
“Sikapnya
sih baik, sopan, ramah bahkan bisa akrab sama Bapak tuh,….enggak marah-marah
dan menyeramkan kok”
“Alhamdulillah
Ma,… ya udah dijawab apa adanya saja. Mungkin ini jawaban ikhtiar dan doa kita
selama ini Ma.”
“Ya
udah dulu Kak, ini masih banyak orang ndak enak, nanti telfon lagi”
“iya
Ma, tenang aja ya Ma, InsyaAllah niat mereka baik kok Ma. Assalamualaikum”
“Wa’alaikumsalam…”
Klik.
Telfon terputus. Perasaan saya ikut cemas, panic, gugup dan agak bingung juga
harus berbuat apa, karena tidak ada di rumah saat itu. Saya, masih berpikir
keras ketika tiba-tiba ponsel GSM saya berdering dan no asing yang tertera di
layar.
“Halo,
Assalamualaikum,…”
“Waalaikum
salam wa rohmatullah,…..”
“
Apa betul ini nomor Mba Farida?”
“Iya
betul Pak, Maaf ini siapa ya?”
“Kira-kirsa
Saya mengganggu ndak ya?”
“Oh,
tidak. Ada apa ya Pak?”
“Saya
Arlond Sitinjak Mba, kebetulan sekarang sedang berada di rumah Mba Farida di
Bekasi” dengan ramah beliau memperkenalkan diri.
“Oh,.
Bapak Kapolsek. Suatu kehormatan bagi kami. Terima kasih sudi datang langsung
ke rumah kami”
“Iya,..
kebetulsan Bapak Kapolres juga ada ikut loh,…. saya ingin ngobrol-ngobrol
tentang kejadian maraknya pencurian yang terjadi di sini”
………
dan seterusnya Kami ngobrol cukup lama, saya menjelaskan detail setiap kejadian
pencurian sejak tahun 2007 hingga beberapa hari lalu. Saya sampaikan juga
kecemasan orangtua saya dengan kedatangan begitu banyak polisi ke rumah. Beliau
menanggapi dengan hangat dan berjanji untuk segera mengerahkan prajuritnya
untuk menangani masalah ini. Kami berbicara cukup lama, saya mendapat kesan
bahwa beliau adalah pemimpin yang sangat bertanggungjawab dan punya komitmen
kuat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Subhanallah,…
sungguh saya tidak menduga jika tulisan saya itu akan direspon dengan sangat
cepat. Hari itu juga! Awalnya Saya pikir, tulisan tersebut dimuat pada hari
rabu atau kamis, sehingga saya minta tolong sahabat-sahabat saya untuk
mencarikan Koran tersebut, namun ternyata tulisan itu dimuat hari jumat pagi (saya
baru tahu barusan dari Bapak yang kebetulan hari jumat 18 April 2008 itu sengaja memesan Koran MI, bahkan Bapak juga
baru baca tulisan itu setelah para Polisi tersebut meninggalkan rumah kami)
dan sore harinya langsung ditanggapi bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres dan
Kapolsek dengan jumlah prajurit yang tidak sedikit ke wilayah kami.(ini baru
namanya contoh respon yang sigap Pak Polisi,….:))
Sebetulnya
kedatangan mereka ke rumah saya, tidak otomatis membuat saya tenang karena
kondisi masyarakat di sekitar kami itu agak complicated, tingkat pendidikan
mayoritas masyarakat yang rendah
menyebabkan sering berkembang pengertian-pengertian yang keliru hanya karena
masalah-masalah sepele. Saya khawatir juga kalau-kalau kejadian ini justru akan
menyulitkan keadaan kedua orangtua saya, ….(karena begitu banyaknya personel
polisi yang ke rumah lebih dari 20 personel! Selain itu, para prajurit muda
berbaju preman yang kaum Adam semua mencari nama saya keliling kampung bertanya
sana-sini, hari itu secara tidak langsung dapat mempromosikan nama saya, pada
khalayak ramai, “weleh-weleh…. disangkanya ada seyembara memperebutkan Saya,
karena mereka tidak memperlihatkan diri sebagai polisi! He..he..he…” ) hal
ini juga saya sampaikan pada Beliau, Bapak Kapolsek. Belum lagi, kecurigaan bahwa
kemungkinan sang pencuri itu adalah orang yang juga tinggal di daerah kami,
cukup membuat keselamatan orangtua saya cukup terancam! Beliau menanggapi
kekhawatirannya dengan memberikan nomor ponsel pribadinya yang stand by
24 jam untuk dihubungi. Saat kejadian itu, para tetangga banyak berkumpul di
sekitar warung dekat rumah kami untuk melihat dan mengamati, mereka
bertanya-tanya apa yang terjadi sesungguhnya. Setelah memperoleh keterangan
yang cukup selama hampir 2 jam, akhirnya mereka meninggalkan tempat kami dengan
meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga saya, para korban pencurian dan tentu
saja masyarakat sekitar. Mereka meninggalkan kami dengan janji akan segera
bergerak dan membangun kerjasama dengan
warga sekitar.
Malam
harinya, Pak Kapolsek dan Saya kembali berbincang-bincang via telfon, kami
membahas langkah-langkah selanjutnya yang akan di tempuh untuk mengatasi
masalah keamanan di wilayah kami. Dan hari ini, ternyata penyelidikan bahkan
diteruskan hingga ke provost untuk menindak para oknum yang kurang sigap
tersebut. Pak RT kami baru mengetahui kejadian kemarin tadi siang, ketika
bertandang ke rumah bersama dengan 2 anggota provost yang melakukan
penyelidikan. Menurut cerita Bapak, ketika beliau membaca tulisan saya langsung
manggut-manggut sambil senyum-senyum…. dan bergumam “Oh,… ck..ck..ck…..”
Tindakan
saya mengirimkan sebuah tulisan ke surat kabar merupakan salah satu ikhtiar
saya atas keprihatinan yang mendalam terhadap maraknya kejadian pencurian di
sekitar wilayah saya yang sudah berlangsung hampir satu tahun ini. Kami tinggal
di wilayah itu sudah puluhan tahun, dan baru setahun ini pencurian sangat
marak, padahal dulu jangankan pencuri, lah wong orang baru pacaran dalam satu
kamar saja bisa digerebek massa kemudian diarak keliling kampung kok. Pernah
ada juga, pencuri pulsa melalui kabel telfon yang dengan mudah
bisa tertangkap, kemudian babak-belur dihajar warga. Sungguh janggal sekarang
ini, pencurian sudah berkali-kali bahkan pagi, siang, sore dan malam, sedangkan
usaha penanganan dari ronda, membuat portal hingga lapor polisi namun titik
terang belum juga diperoleh. Suasana kampung jadi mencekam, orang-orang menjadi
tidak tenang ketika harus beraktivitas meninggalkan rumahnya, dan beberapa
korban mengalami trauma ringan.
Saya berharap dengan keterlibatan langsung para prajurti polisi ini dapat mengembalikan rasa tenang terlebih dulu bagi warga di sekitar. tentu saja dengan kontrol langsung dari Pak Kapolseknya, para prajurit itu diharapkan bekerja lebih baik. (meskipun seharusnya dikontrol langsung ataupun tidak mereka harus bekerja dengan baik khan…..) . semoga para pencurinya lekas tertangkap, atau setidaknya mendapat hidayah dan bertaubat deh,…..
Usaha saya ini juga saya tujukan bagi para korban yang mengalami kecurian untuk dapat berpikir lebih logis, bahwa masih banyak cara yang masuk akal untuk bertindak mengatasi masalah ini selain menggunakan jasa dukun, atau orang pinter yang sangat berbahaya bagi akidah……
Semoga kami semua mendapatkan hikmah dari kejadian ini. Saya sadar perjuangan masih panjang……..
*)catatan hari-hari diminggu ke-tiga bulan April