Bianglala Kehidupan

April 29th, 2008

TENTANG RAGU

Posted by faridoet in Putih

Beberapa waktu lalu saya sempat terjangkit virus hati
yang bernama “ragu-ragu” ini. Resah,
gelisah dan cemas tanpa alasan mendasar yang cukup kuat(sungguh konyol
rasanya!….). Saya bertanya-tanya pada diri sendiri gerangan apa yang menyebabkan
perasaan tak nyaman ini?… ternyata Allah memberikan jawaban pada saya
melalui salah seorang sahabat dekat.
Sahabat saya ini mengemukakan teori tentang keragu-raguan yang didapatnya juga
dari sumber lain. Begini menurutnya, ragu-ragu itu dapat digolongkan menjadi 3
jenis.

Jenis yang pertama adalah ragu-ragu yang tak beralasan,
ragu-ragu jenis ini menimbulkan efek rasa panic. Keragu-raguan tanpa alasan yang
jelas ini menimbulkan kepanikan disebabkan kita tidak mengetahui apa-apa sama
sekali  penyebab dari keragu-raguan yang
hadir, nah ini kan konyol. Biasanya malah seringnya diikuti dengan membuat
prasangka-prasangka berdasarkan asumsi-asumsi kita padahal itu belum tentu
benar. Yang jelas, ragu-ragu jenis ini termasuk pada sikap yang konyol. Contoh
bila wanita yang terlambat datang bulan menjadi panik tidak menentu padahal ia
tidak melakukan apa-apa yang dapat menyebabkan terjadinya kehamilan tapi tetap
saja ia panik, ragu-ragu apa karena hamil, penyakit atau penyebab lainnya,….
konyol khan! Mestinya ia segera berkonsultasi pada seorang ahli, tapi yang
terjaid malah uring-uringan sendiri….( jadi inget jaman di kos “Nur Arief” dulu 38 kamar kos wanita dan 1001
masalahnya,…..) Antisipasinya yaitu cari informasi selengkap-lengkapnya atau konfirmasi
sejelas-jelasnya kali ya?…….

Sedangkan jenis yang kedua adalah ragu-ragu yang
menyebabkan “ketakutan berlebihan”. Ragu-ragu yang menjadi “ketakutan
berlebihan” ini muncul dari ragu-ragu yang timbul walaupun sudah memahami
segala konsekuensi dari sebuah keputusan namun masih takut untuk melangkah.
Contoh, takut untuk melaksanakan ujian he..he..he.. padahal konsekuensi
akhirnya jelas yaitu lulus atau tidak lulus tapi ya tetep aja ragu-ragu untuk
ikut ujian selalu berharap ujian akan diundur. Nah orang yang ragu-ragu pada
jenis ini maka ia dapat digolongkan sebagai seorang pengecut! Takut mengambil
resiko! Ragu-ragu jenis ini pula yang menghambat orang untuk melangkah
maju,…. ( jalan di tempat rasanya memang lebih aman ya,….
J) Antisipasinya mungkin dengan membuat daftar dari dampat
positif dan dampak negatifnya kemudia ditimbang jika positifnya lebih banyak
maka maju terus pantang munduuurr…… tapi kalau negatif yang lebih berat
ya,.. lebih baik mundur teratur

Sedangkan yang ketiga yaitu ragu-ragu yang muncul ketika
sudah membuat keputusan, nah inilah yang disebut sebagai ujian atau godaan.
Ragu-ragu yang timbul saat keputusan sudah diambil menjadi bagian dari ujian
akan kemantapan hati kita. Seberapa besar keyakinan yang kita miliki atas
keputusan yang sudah diambil. Contoh nyata yang paling dekat adalah ketika
sahabat saya Boru Regar yang berasal dari Medan ragu-ragu untuk menyelesaikan
studi S2nya atau untuk pulang ke Medan saja dan tidak mau melanjutkan studi S2nya
di Bandung hanya karena sulitnya matakuliah yang ditempuh.  Nah inilah ujian bagi dirinya bagaimana
mengambil sikap terbaik untuk terus kuliah atau putus saja ditengah jalan untuk
pulang ke pelukan Inang,….. he..he..he.. Antisipasi untuk ragu-ragu jenis ini
ya sepertinya refleksi diri kali ya?….setelah itu merumuskan ulang motivasi  pengambilan keputusan sebagai sarana membangun
motivasi baru.

Nah jika sudah mengetahui jenis-jenis keragu-raguan ini,
semoga saja bisa membantu mengambil sikap yang paling tepat untuk menyikapinya.
Buat Sobatku, Thanks a lot atas berbagi ilmunya, sungguh-sungguh sangat
membantu dalam mengatasi masalah ilusi hati. Semoga menjadi amalmu……

 

April 29th, 2008

CURHAT ATAU?……..

Posted by faridoet in Putih

Tausiyah A’a gym pagi kemarin sangat tepat dengan
fenomena sekarang ini terutama bagi kaum hawa, (termasuk saya juga lho,….
J). Pasalnya kaum hawa ini biasanya sangat dekat sekali
dengan aktivitas “curhat” ini. “curhat” ini kalau saya tidak salah adalah
singkatan dari kalimat “curahan hati” biasanya sering dilakukan oleh
orang-orang yang sedang memiliki masalah yang menurutnya tergolong berat atau
sangat berat. Curhat ini biasanya bertujuan untuk melapangkan hati orang yang
sedang sedih atau mencari solusi dari masalah tersebut. Ternyata aktivitas
curhat ini bisa berbahaya bagi kondisi kebeningan hati, Nah lho?! (Ya Allah!…
saya juga baru tahu lho..). Kenapa ya kira-kira? Begini,… ketika curhat itu
dilakukan dengan niat untuk melapangkan hati, maka yang terjadi adalah
aktivitas mengeluh atas kejadian yang menimpanya yang tidak lain dan tidak
bukan terjadi atas kehendak Allah jua, nah ini berarti orang yang curhat
membeberkan perlakuan-perlakuan Allah yang tidak ia senangi pada orang lain,
naudzubillah,….. ciri-ciri bahwa curhat yang dilakukan tergolong jenis ini
adalah, lebih cenderung menyalahkan orang atas masalah yang dihadapinya, lebih
banyak ghibahnya, adanya perasaan lega dan puas ketika sudah curhat, merasa
senang ketika orang lain bersimpati atas apa yang menimpanya, merasa puas
dikasihani hingga kesedihannya berkurang walaupun solusi belum didapat bahkan
tidak didapat melainkan justru menimbulkan fitnah baru pada akhirnya. Apakah
curhat jenis ini salah? Mari kita lihat! Curhat jenis ini (mengeluh atas setiap
penderitaan yang menimpanya,…biasanya begini,.. “Ya Allah kok dia begitu
ya, semestinya khan,… bla..bla.. bla…
” atau “kamu tahu ndak? Hidupku
tuh menderita banget lho,…gak punya duit, masih sendirian, gak ada yang mau
nolongin hiks..hiks..hiks…bayangkan! bla..bla..bla…..
”) berarti bahwa
ia tidak terima dengan ketentuan Allah, karena ketentuan Allah ini membuatnya
menderita padahal mungkin ini baik baginya (surat Al-Baqarah 216, .. “Boleh
jadi kau membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kau
menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu, Allah maha mengetahui sedang
kamu tidak mengetahui”) . Dilain sisi, Allah-lah sesungguhnya satu-satunya
tempat untuk melepaskan segala resah karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha Tahu
yang telah mengatur segala ketentuan yang terjadi pada diri manusia. Jadi kalau
curhat untuk melampiaskan keluh kesah dilakukan bukan kepada Allah, namanya
salah alamat donk!

Terus apa dengan begitu berarti kita tidak boleh curhat?….
tidak juga! Tentu saja boleh sebagai suatu ikhtiar dalam menyikapi setiap
masalah yang dihadapi. Hanya saja sejak awal luruskan niat, bahwa curhat ini
dilakukan dalam rangka mencari solusi, bukan sekedar menumpahkan keluh kesah
semata, sehingga curhatpun hanya ditujukan pada orang-orang yang mumpuni(apa
nih maksudnya? Bingung ya? Maksudnya yang dianggap memiliki ilmu untuk
menyelesaikan masalah tersebut) dan amanah sehingga selain mendapatkan solusi
yang tepat juga terhindar dari fitnah. Sedangkan keluh kesah, resah gelisah dan
segala gundah sebaiknya curahkan saja pada Allah semata(Tapi jangan lupa,
taubat dulu sebelum curhat sama Allah,… karena jangan-jangan masalah yang
kita miliki itu akibat dari dosa-dosa yang kita lakukan juga!). Jadi tidak perlu
semua orang tahu masalah yang sedang kita hadapi khan?! Gimana? Sudah cukup
jelas? Semoga saja begitu…..(kalau belum jangan tanya saya ya,… tanya
langsung saja sama A’a Gym ke DT langsung atau buat kamu-kamu yang jauh, bisa
telfon ke MQ-FM bandung jam 5 pagi tiap hari kecuali rabu di nomor 022 2002992
he..he..he.. bukan promosi lho…^O^) (Ya Allah semoga saya tidak salah
dalam memahami penjelasan yang A’a berikan dan menyampaikannya kembali dalam
tulisan ini…..Astagfirullah,…)

Trus,.. untuk kamu-kamu yang biasa jadi tempat curhat,
ada beberapa hal juga yang perlu dicermati agar tidak menjadi sumber masalah
baru bagi mereka yang mempercayakan masalahnya pada dirimu, yaitu; yang pertama
harus amanah dulu, yang kedua tanggapi curhatan itu dengan solusi bukan dengan makian
menyalahkan atau renda dengan mengiyakan hanya untuk sekedar menyenangkan
sesaat saja, bahasa kerennya bersikap obyektif gitu lho….., terus kalau
ternyata kita tidak punya solusi maka rekomendasikanlah ia pada orang yang
tepat jangan mereka-reka solusi yang belum terjamin keshashihannya, kata orang
betawi mah “bisa berabe man!…” (kalau dokter namanya Mal Praktek, orang
sakit panu dikasih obat sakit napas,.. he..he..he… kebayang khan
hasilnya…..
). Apa lagi yah?… wah kayaknya segini dulu deh,.. nanti
kalau dapat ilmu baru di tambah lagi deh…..

Semoga tulisan ini dapat menjadi refleksi bagi kita
semua, agar terhindar dari perbuatan sia-sia yang tidak berguna bahkan
cenderung berbahaya. Amien,……


*) Tersadar akan khilaf diri, Ya Rabb ampuni hamba yang
buta dan lena selama ini…..

April 28th, 2008

MALAM-MALAM SEORANG RABIAH AL-ADAWIYAH

Posted by faridoet in Gradasi, Religion, Sajak-Sajakku

Malam_2_1


Tuhan,
bintang-bintang masih bercahaya

Dan seluruh mata manusia masih terlena

Mereka tengah dibuai mimpi indah dalam tidur panjangnya

Dan para penguasa telah mengunci rapat pintu istananya

Para suamipun sedang bermesraan dengan istri

Sedangkan aku

Berusaha berdiri tegak dihadapan-Mu

 

*)untaian kata seorang Rabiah Al-Adawiyah dalam pena
Abdul Mun’in Zandil “Rabiah Al-Adawiyah & mabuk cintanya kepada Sang
Khalik”

27
April 2008

 

April 27th, 2008

ILUSI HATI

Posted by faridoet in Hitam dan Kelabu, Sajak-Sajakku

Kucing_yang_sendu

Tuhan,…

Cerabutlah hingga
ke akar

Ketakutan selain
kepada-Mu

Agar gentar tak
lagi mengejar-ngejar

Seperti halilintar
yang menyambar

 

Tuhan,….

Cerabutlah hingga
ke akar

Kesedihan yang tak
berdasar pada ridho-Mu

Agar airmata tak
tertumpah sia-sia

 

Tuhan,…

Ampuni aku yang bersedih

Hanya karena ilusi
hati

 

April 23rd, 2008

THE UNSIMPLE DAYS, AGAIN AND AGAIN…

Posted by faridoet in Cerita

Rasanya
akhir-akhir ini hari-hari saya lebih
sering tidak sesederhana biasanya. Saya mendefinisikan hari yang sederhana
sebagai hari yang penuh dengan rutinitas biasa, tanpa ada kejadian yang terjadi
tanpa direncana, jadi setiap kejadian sesuai dengan rencana yang saya buat.
Nah, maka hari yang tidak sederhana adalah negasi dari pengertian hari yang
sederhana. Dua hari yang lalu seperti sebuah serendipity secara kebetulan saya dipertemukan dengan
orang-orang yang bertalian dengan pribadi-pribadi yang dekat dengan saya.
Subhanallah,…. Scenario Allah luar biasa indahnya. 

Kemarin,
jumat 18 april ’08 lebih kurang pukul 15 an, CDMA saya berbunyi, saya agak
cemas ketika melihat layar ponsel yang muncul adalah nomor rumah, karena
barusan saja saya menelpon rumah cukup lama, satu jam untuk bertukar kabar
berita dengan Mama, Bapak dan Adek. Benar saja! Saya dengar suara mama setengah
berbisik dan cemas,

“Kak,
ini ada orang yang datang, katanya intel dari kepolisian, tanya macem-macem
masalah pencurian yang dulu terjadi. Mama takut nih”

“Kalo
memang mereka polisi, Coba ditanya surat perintahnya Ma kemudian ditanya dapat
informasi dari mana?”


Katanya dapat informasi dari suatu media kalau di daerah sini banyak pencurian,
kak”

“Oh,..
itu berarti tulisan kakak sudah dimuat di Koran Ma,…”

“Terus
Mama harus bagaimana Kak?”


Ya Udah, mama tenang aja dulu ya kakak cari informasi apa benar tulisan kakak
sudah dimuat atau belum, Bapak dimana?”

“Bapak
lagi ngobrol sama mereka, mama takut salah ngomong kak. Iya deh nanti di telfon
lagi.”

Setelah
itu, percakapan kami terputus. Saya berusaha mencari informasi apa benar,
tulisan saya dengan judul “POLSEK BEKASI SELATAN TIDAK CEPAT TANGGAP” yang saya
kirim hari selasa tanggal 15 april ’08 sudah dimuat di harian Media Indonesia.
Ketika saya masih sibuk mencari informasi, tiba-tiba ponsel kembali berdering.

“Assalamualaikum,….”

“Waalaikum
salam… Kak, ini yang datang tambah banyak loh ada dua rombongan, sekarang yang
datang polisi yang sudah senior-senior, beliau ngasih kartu nama, namanya Arlond Sitinjak, nanyain kakak dan minta nomor
telfon kakak, baiknya di kasih ndak?”

“Oh,..
beliau itu kalau ndak salah Kapolsek bekasi selatan deh Ma, Subhanallah,…
Beliau langsung ke rumah kita?! ya udah kasih saja Ma”

“Oh
jadi ini Bapak Kapolsek?! MasyaAllah,.. Aduh,… Mama khawatir banget nih kak,
semuanya diperiksa langsung, di Tanya macem-macem..di luar rumah banyak banget
polisinya”

“Sikap
mereka gimana Ma, baik ndak?”

“Sikapnya
sih baik, sopan, ramah bahkan bisa akrab sama Bapak tuh,….enggak marah-marah
dan menyeramkan kok”

“Alhamdulillah
Ma,… ya udah dijawab apa adanya saja. Mungkin ini jawaban ikhtiar dan doa kita
selama ini Ma.”

“Ya
udah dulu Kak, ini masih banyak orang ndak enak, nanti telfon lagi”

“iya
Ma, tenang aja ya Ma, InsyaAllah niat mereka baik kok Ma. Assalamualaikum”

“Wa’alaikumsalam…”

Klik.
Telfon terputus. Perasaan saya ikut cemas, panic, gugup dan agak bingung juga
harus berbuat apa, karena tidak ada di rumah saat itu. Saya, masih berpikir
keras ketika tiba-tiba ponsel GSM saya berdering dan no asing yang tertera di
layar.

“Halo,
Assalamualaikum,…”

“Waalaikum
salam wa rohmatullah,…..”


Apa betul ini nomor Mba Farida?”

“Iya
betul Pak, Maaf ini siapa ya?”

“Kira-kirsa
Saya mengganggu ndak ya?”

“Oh,
tidak. Ada apa ya Pak?”

“Saya
Arlond Sitinjak Mba, kebetulan sekarang sedang berada di rumah Mba Farida di
Bekasi” dengan ramah beliau memperkenalkan diri.

“Oh,.
Bapak Kapolsek. Suatu kehormatan bagi kami. Terima kasih sudi datang langsung
ke rumah kami”

“Iya,..
kebetulsan Bapak Kapolres juga ada ikut loh,…. saya ingin ngobrol-ngobrol
tentang kejadian maraknya pencurian yang terjadi di sini”

………
dan seterusnya Kami ngobrol cukup lama, saya menjelaskan detail setiap kejadian
pencurian sejak tahun 2007 hingga beberapa hari lalu. Saya sampaikan juga
kecemasan orangtua saya dengan kedatangan begitu banyak polisi ke rumah. Beliau
menanggapi dengan hangat dan berjanji untuk segera mengerahkan prajuritnya
untuk menangani masalah ini. Kami berbicara cukup lama, saya mendapat kesan
bahwa beliau adalah pemimpin yang sangat bertanggungjawab dan punya komitmen
kuat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Subhanallah,…
sungguh saya tidak menduga jika tulisan saya itu akan direspon dengan sangat
cepat. Hari itu juga! Awalnya Saya pikir, tulisan tersebut dimuat pada hari
rabu atau kamis, sehingga saya minta tolong sahabat-sahabat saya untuk
mencarikan Koran tersebut, namun ternyata tulisan itu dimuat hari jumat pagi (saya
baru tahu barusan dari Bapak yang kebetulan hari jumat 18 April 2008  itu sengaja memesan Koran MI, bahkan Bapak juga
baru baca tulisan itu setelah para Polisi tersebut meninggalkan rumah kami
)
dan sore harinya langsung ditanggapi bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres dan
Kapolsek dengan jumlah prajurit yang tidak sedikit ke wilayah kami.(ini baru
namanya contoh respon yang sigap Pak Polisi,….:)
)

Sebetulnya
kedatangan mereka ke rumah saya, tidak otomatis membuat saya tenang karena
kondisi masyarakat di sekitar kami itu agak complicated, tingkat pendidikan
mayoritas masyarakat yang rendah
menyebabkan sering berkembang pengertian-pengertian yang keliru hanya karena
masalah-masalah sepele. Saya khawatir juga kalau-kalau kejadian ini justru akan
menyulitkan keadaan kedua orangtua saya, ….(karena begitu banyaknya personel
polisi yang ke rumah lebih dari 20 personel! Selain itu, para prajurit muda
berbaju preman yang kaum Adam semua mencari nama saya keliling kampung bertanya
sana-sini, hari itu secara tidak langsung dapat mempromosikan nama saya, pada
khalayak ramai, “weleh-weleh…. disangkanya ada seyembara memperebutkan Saya,
karena mereka tidak memperlihatkan diri sebagai polisi! He..he..he…” )
hal
ini juga saya sampaikan pada Beliau, Bapak Kapolsek. Belum lagi, kecurigaan bahwa
kemungkinan sang pencuri itu adalah orang yang juga tinggal di daerah kami,
cukup membuat keselamatan orangtua saya cukup terancam! Beliau menanggapi
kekhawatirannya dengan memberikan nomor ponsel pribadinya yang stand by
24 jam untuk dihubungi. Saat kejadian itu, para tetangga banyak berkumpul di
sekitar warung dekat rumah kami untuk melihat dan mengamati, mereka
bertanya-tanya apa yang terjadi sesungguhnya. Setelah memperoleh keterangan
yang cukup selama hampir 2 jam, akhirnya mereka meninggalkan tempat kami dengan
meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga saya, para korban pencurian dan tentu
saja masyarakat sekitar. Mereka meninggalkan kami dengan janji akan segera
bergerak dan membangun kerjasama dengan
warga sekitar.

Malam
harinya, Pak Kapolsek dan Saya kembali berbincang-bincang via telfon, kami
membahas langkah-langkah selanjutnya yang akan di tempuh untuk mengatasi
masalah keamanan di wilayah kami. Dan hari ini, ternyata penyelidikan bahkan
diteruskan hingga ke provost untuk menindak para oknum yang kurang sigap
tersebut. Pak RT kami baru mengetahui kejadian kemarin tadi siang, ketika
bertandang ke rumah bersama dengan 2 anggota provost yang melakukan
penyelidikan. Menurut cerita Bapak, ketika beliau membaca tulisan saya langsung
manggut-manggut sambil senyum-senyum…. dan bergumam “Oh,… ck..ck..ck…..”

Tindakan
saya mengirimkan sebuah tulisan ke surat kabar merupakan salah satu ikhtiar
saya atas keprihatinan yang mendalam terhadap maraknya kejadian pencurian di
sekitar wilayah saya yang sudah berlangsung hampir satu tahun ini. Kami tinggal
di wilayah itu sudah puluhan tahun, dan baru setahun ini pencurian sangat
marak, padahal dulu jangankan pencuri, lah wong orang baru pacaran dalam satu
kamar saja bisa digerebek massa kemudian diarak keliling kampung kok. Pernah
ada juga,  pencuri pulsa melalui kabel telfon yang dengan mudah
bisa tertangkap, kemudian babak-belur dihajar warga. Sungguh janggal sekarang
ini, pencurian sudah berkali-kali bahkan pagi, siang, sore dan malam, sedangkan
usaha penanganan dari ronda, membuat portal hingga lapor polisi namun titik
terang belum juga diperoleh. Suasana kampung jadi mencekam, orang-orang menjadi
tidak tenang ketika harus beraktivitas meninggalkan rumahnya, dan beberapa
korban mengalami trauma ringan.

Saya berharap dengan keterlibatan langsung para prajurti polisi ini dapat mengembalikan rasa tenang terlebih dulu bagi warga di sekitar. tentu saja dengan kontrol langsung dari Pak Kapolseknya, para prajurit itu diharapkan bekerja lebih baik. (meskipun seharusnya dikontrol langsung ataupun tidak mereka harus bekerja dengan baik khan…..) . semoga para pencurinya lekas tertangkap, atau setidaknya mendapat hidayah dan bertaubat deh,…..

Usaha saya ini juga saya tujukan bagi para korban yang mengalami kecurian untuk dapat berpikir lebih logis, bahwa masih banyak cara yang masuk akal untuk bertindak mengatasi masalah ini selain menggunakan jasa dukun, atau orang pinter yang sangat berbahaya bagi akidah……

Semoga kami semua mendapatkan hikmah dari kejadian ini. Saya sadar perjuangan masih panjang……..

*)catatan hari-hari diminggu ke-tiga bulan April

Next Page »
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: