Bianglala Kehidupan

May 31st, 2008

Pemerintah Pembohong

Posted by faridoet in Current Affairs

Syabab.Com - Anak kos memang tidak selalu
identik dengan kondisi prihatin, tergantung berapa besar jatah dari ortu. Jika
besar, memang mujur. Tapi jika pas-pasan, selamat menikmati keprihatinan. Jika
jatah dari ortu tidak cukup hingga akhir bulan, ada kebiasaan yang sering
dilakukan anak kos. Pertama, pinjam uang ke teman kuliah yang kondisi
keuangannya lebih beruntung. Bulan berikutnya kembali berhutang, hanya
berpindah ke teman yang lain, begitu seterusnya. Langkah kedua, jika semua
teman sudah jadi ‘korban’ pinjaman, mulailah asset dijual. Mula-mula gitar,
terus rice cooker, lemari pakaian, hingga komputer. Kalau sudah nikah, cincin
kawin jadi sasaran. Langkah ketiga, biasanya mulai mengurangi atau menghapus
pos pengeluaran penting, seperti bayar SPP, praktikum, buku, dll.

Manajemen anak kos pasti beda dengan manajemen negara. Selain lebih kompleks
juga punya konsekuensi besar, karena berhubungan dengan perut jutaan orang,
bukan sekadar perut sendiri. Tapi jika manajemen anak kos diadopsi untuk
mengurus negara, maka selamat menanti kebangkrutan.

Negara dengan style anak kos, jika merasa tidak mampu (baca: malas) mengelola
sumber daya alam dengan baik sehingga berdampak defisitnya anggaran, maka
sibuklah sang presiden mencari bantuan (baca: pinjaman) luar negeri yang harus
dikembalikan setiap tahun plus dengan bunga. Dalam APBN 2008 saja kewajiban
pemerintah untuk bayar hutang plus bunga mencapai Rp 91,365 trilyun. Jika
hutang sudah segunung, maka jual asset menjadi ’solusi’ berikutnya. Tahun 2008
saja sedang antri sekitar 37 BUMN yang siap dilego ke pasaran, termasuk dijual
ke pihak asing tentunya.

Kalau alternatif menjual BUMN pun sudah maksimal, maka tinggal mengurangi hak
rakyat. Rakyat sebagai pemilik sumber daya alam dipaksa untuk membeli miliknya
sendiri, maka subsidi BBM pun perlahan tapi pasti akan dicabut total, alias
harganya dinaikkan. Alasannya, jika BBM dijual ke rakyat dengan subsidi, tentu
tidak menguntungkan dan pasti menambah beban. Tapi kalau dijual ke orang lain
(baca: asing) tentu lebih menguntungkan. Logika inia persis seperti anak tukang
bakso yang minta 1 porsi ke Sang Ayah. Lalu Ayahnya bilang, "Nak, bakso
ini dibuat untuk dijual, bukan untuk kita makan. Kalau kamu mau makan bakso ini
silahkan, tapi harus bayar seperti orang lain. Daripada kamu makan, lebih baik
Ayah jual saja".

Walhasil, jika mengelola negara sesederhana manajemen anak kos, maka tentu
kabinet ekonomi tidak perlu kuliah jauh-jauh mengejar gelar PhD di Barkeley
misalnya, serahkan saja ke mahasiswa tingkat I, cukup digaji untuk bayar biaya
kos plus makan di warteg tiga kali sehari, selesai masalah! [opini/syabab. com]

itunk sapar <itunk_30@yahoo. co.id> wrote:
Tak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat
secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel. Tapi karena hanya bisa
menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika harga
minyak Internasional lebih dari harga itu.

- Indonesia tidak 100% impor!
- Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph.
- Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl)
- Harusnya impor hanya 0,2 juta bph dengan biaya Harga
Internasional+ US$15/barrel

Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel
serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp
4.500/liter (US$ 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8
Trilyun dalam setahun (1US@=Rp 9.200).

Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun!
Bohong besar jika bilang Pemerintah rugi Rp 123 Trilyun!

HARGA BENSIN INDONESIA PALING MURAH? TIDAK!

Perbandingan Harga Bensin antar Negara

Indonesia : Premium Rp 4.500/ltr, Pertamax Rp 8.700/ltr

Negara Rp/liter
Venezuela 460
Turkmenistan 736
Iran 828
Nigeria 920
Saudi Arabia 1.104
Kuwait 1.932
Mesir 2.300
Indonesia 4.500
Malaysia 4.876
Cina 5.888
AS 8.464
Jepang 9.292

ORANG INDONESIA BOROS ENERGI? TIDAK!

Konsumsi BBM Indonesia di urutan 116 di bawah negara
Afrika seperti Botswana dan Namibia .

PEMAKAI BENSIN HANYA ORANG KAYA? TIDAK!

Yang berkata itu tak tahu BBM dipakai orang miskin seperti:
- Supir Bis, Metromini, Mikrolet
- Supir Truk pengangkut barang
- Para nelayan
- Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita
karena tarif angkot naik

Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan dengan
Truk/BBM. Rakyat miskin menderita

Jumlah pemilik mobil mewah < 5% (<10 juta)!

BLT UNTUK ORANG MISKIN?

- Pada kenaikan BBM sebesar 125% tahun 2005 tidak semua orang miskin
kebagian.
- Tahun ini hanya 18 juta. <30% dari 62 juta rakyat miskin Absolut
versi Bank Dunia
- BLT 2005 hanya berjalan 1 tahun
- Setelah kenaikan BBM seluruh harga barang naik
- Jumlah Korban Busung Lapar/Kurang Gizi 5 juta orang
- Korban Tewas busung lapar jatuh di Aceh, NTT, Sulsel, dan Papua

Versi Miskin
Pemerintah: US$ 0,6/hari. Dunia: US$ 1/hari

ENERGI INDONESIA UNTUK SIAPA?

- Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri
- Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunia
- Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak

Sementara listrik sering padam, rakyat antri gas, minyak
tanah dan bensin. Energi Indonesia untuk siapa? (Kompas)

Jika energi diprioritaskan untuk dalam negeri dan Pembangkit listrik
PLN yang memakai BBM dialihkan ke PLTA, PLTG, atau batubara, maka
Indonesia tak perlu impor BBM sama sekali.

Indonesia butuh pemimpin cerdas!
90% minyak Indonesia dikelola perusahaan asing!

PERUSAHAAN ASING KAYA, INDONESIA MISKIN

Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil
tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan
US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).

Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing
baru dilakukan setelah dipotong "Cost Recovery" yang besarnya
ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.

Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan
Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi International
Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam
Cost Recovery (DetikFinance. com)

SOLUSI PRO RAKYAT

Kenaikan harga BBM bukan solusi, hanya akan masuk ke perusahaan minyak.
Menaikkan harga Premium menyusahkan rakyat kecil dan menguntungkan
perusahaan minyak

Solusi yang tepat:

- Kenakan PPN 20% untuk Pertamax. Pajak masuk negara.
- Kendaraan pribadi harus beli Pertamax
- Premium hanya boleh dibeli angkutan umum
- Pajak STNK Mobil Mewah 10% dari harga jual
- PPN Ekspor 20% untuk Perkebunan (Kelapa Sawit) dan Barang Tambang
- Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing di Indonesia

Jika pemerintah tidak bisa mengawasi ribuan pom bensin, apalagi
penyaluran BLT ke puluhan juta rakyat

TAK ADA SUBSIDI BBM!

Stop Penipuan Massal ini!
Berhenti menyengsarakan Rakyat

Nabi: Akan datang sesudahku penguasa. Di atas mimbar memberi petunjuk
dengan bijaksana. Tapi bila turun darimimbar mereka menipu dan
mencuri. Hati mereka
lebihbusuk dari bangkai. (HR. Ath-Thabrani)

Pengkhianat paling besar adalah penguasa yang memperdagangkan
rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani)


Sumber: milis Dosen Indonesia

May 20th, 2008

Santet via HP

Posted by faridoet in Current Affairs

Hari selasa yang
lalu, sebelum kelas Analisis real dimulai Bu Asmida bercerita dengan seriusnya pada saya bahwa di Riau sana
tempat asalnya ada kejadian yang sangat menggemparkan, yaitu santet via HP.
Konon kabarnya ada tetangganya di Riau sana yang sakit bahkan sampai meninggal
setelah menerima telfon melalui HP. Menurut kabar, layar dari HP tersebut kala
itu berwarna merah. Bahkan kejadian ini sudah diberitakan di televisi. Saat ini
saya menanggapi cerita beliau acuh tak acuh, seperti angin lalu,.. … yah,…
begitulah…. seperti yang sudah-sudah… bahkan seiring berlalunya waktu saya
lupa begitu saja, hingga,…….

 

Hari jum’at sore
ketika saya berkunjung ke kost sahabat saya Boru Regar, saya disambut dengan
wajah pias, kaku dan sangat serius yang selanjutnya diberondong dengan cerita
”santet via HP” kala ini cerita versi dia sudah banyak tambahannya, konon
kabarnya nomor pengirimnya itu adalah nomor operator baru yaitu ”Axis” yang
kalau dibalik terbaca ”sixa”, konon pula ini adalah miliknya orang Israel dan
ini adalah perbuatan seorang dukun yang sedang belajar ilmu hitam santet via HP
(weleh,..weleh,… benar-benar dukun yang canggih,…. kalau memang benar, bisa
disebut dukun modern nih,… ^O^ he..he..he..) ditambahkan lagi katanya
santet ini berawal dari Riau kemudian ke tempat moyangnya, Medan, dan sekarang
sudah sampai Jakarta (Rupanya santet juga bermigrasi ya? …:)) Rupanya sampai
berbusa dia cerita, saya masih bergeming dan berekpresi acuh tak acuh. Setelah
selesai dia bercerita, saya hanya berkomentar ” Oh, Aku sudah dengar sejak hari
selasa Na, jadi kejadian itu betulan tho?!” ”GUBRAK!…GUBRAK!,…GUBRAK! WAD-DEZIG-WAD-DEZIG…Dia mengekspreikan
kekesalannya pada saya yang memberikan respon acuh tak acuh dan tidak
menginformasikan info penting itu sejak hari-hari kemarin….. (kejadian ini
sering kali terjadi pada kami,… jadi saya sekarang tahu hal-hal apa saja yang
dianggap penting baginya,…:) akhirnya,…)

 

Buat saya
sendiri, informasi ini hanya mampir sebentar di STM (sort-term memory), saya
menerimanya sekadar informasi saja dan tidak melakukan koneksi apapun dengan
konteks-konteks yang terdapat di LTM saya waktu pertama kali saya mendengarnya.
Nah,.. ketika saya mendengarnya untuk kedua kali, saya diam dan menyerap setiap
detail informasi yang dibeberkan panjang lebar oleh Ana, kemudian neuron-neuron
pun bekerja bersinergi melakukan koneksi dengan konteks-konteks lain di LTM
yaitu; ”kolor-ijo”, ”vampir”, ”hantu mukena” fenomena yang pernah terjadi dan
konteks ”gelombang”, ”penelitian”, ”instrumen” dll yang rasanya mungkin saling
berkaitan.(Hingga akhirnya saya bisa membuat analisa dan imajinasi-0majinasi
yang tingginya beberapa kaki… he..he..he..)

 

 Kemudian saya dan Ana berdiskusi panas tentang
kejadian ini, Ana bertanya apakah mungkin hal ini terjadi, menurut saya sih
mungkin saja, tapi tentu bukan semata-mata merupakan bentuk ”santet-modern”
seperti isu yang berkembang saat ini, saya mencoba berimajinasi bahwa mungkin ada seorang ilmuwan fisika yang
sedang melakukan penelitian tentang dampak gelombang radiasi HP yang sedang
melakukan uji-coba instrumen, kemudian karena dia mengikuti asas mencari sampel
ramdom maka sekenanya nomor HP dia pilih,…. (he,.he..he..he..terkena sindrom
mata kuliah Metodologi Penelitian
euy,…) kalau ini memang benar, wah! Pastilah orang itu hebat sekali (Kalah
donk Tuk Bayan Tula! …)hingga dia bisa di direkrut oleh pihak-pihak yang
membutuhkan senjata ampuh (misal badan intelejen Israel, MOSSAD, atau NSA
(National Security Agency, KGB milik soviet dulu atau bahkan BIN he..he..he..) untuk
membunuh massa dalam jumlah yang banyak,… bayangkan saja jika hal ini memang
benar maka dengan mudah ini bisa dijadikan senjata untuk melumpuhkan atau
membunuh musuh dengan mudah kan?! Coba sekarang ini, berapa banyak orang yang
tidak punya HP hah? Jadi dengan hanya
mengetahui nomor telfon saja bisa dipastikan musuh lumpuh tanpa harus
berhadapan langsung! (he.he..he.. kebayakan baca novel thriller nih,… rasanya
imajinasi terbang terlalu tinggi deh!). Selain itu bisa saja hal ini sengaja
disebarkan sebagai isu dalam masyarakat untuk tujuan-tujuan tertentu(semisal
merupakan strategi marketing, yang lain tebak aja sendiri deh!…). setelah
diskusi panas kami berdua yang diselingi imajinasi terlalu tinggi, maka kami
berdua memutuskan ingin melihat beritanya di televisi. Jadi sejak hari kamis
itu, saya cari-cari berita diberbagai stasiun tv, tapi, nihil…. sampai hari
minggu pagi tanpa sengaja ketika saya bermalam di kost Mba Pipit, saya menonton
berita pagi di TV-One , berita itu akhirnya muncul! Di sana ada seorang
nenek(pemilik HP) yang minta tolong untuk dijawabkan telfonya pada
tetangganya(seorang pemuda) nah setelah memencet tombol ”jawab” tiba-tiba
sipemuda itu terntak kaget dan diam saja. Selain itu ujuga ada kejadian di
semarang bahkan sampai masuk UGD segala lho,…

Nah hari seninnya
saya mendapat pesan singkat via YM dari salah seorang rekan di Kampus yang
menyatakan bahwa ”menurut wakil WHO di
Indonesia, maka itu adalah sinar infra merah yang dialirkan melalui HP (mungkin
bisa merambat melalui gelombang dengan frekuensi tertentu yah,…..) yang
memang bisa menyebabkan kematian atau dampak kesehatan serius seperti penyakit
kanker. Sebetulnya hal ini sudah diteliti jauh-jauh hari sejak awal munculnya
phone celuller, yang menurut riset bisa berhaya bagi otak, bahkan saya sempat
baca ada yang mau menggugat pihak terkait berkenaan dengan penyakit kanker otak
yang diderita oleh si pengguna HP. Tapi sayangnya ternyata di pesan singkat itu
dibawahnya tertulis bahwa ”ada peringatn untukmematikan HP pada jam- tertentu
karena akan ada serangan serentak” (Sayangnya saya tidak teliti membaca ini,
menyesal saya karenanya…:( sampai-sampai Salah seorang teman dari Solo menegur saya, terima kasih
sudah mengingatkan,…..Another case because i was carelles,…he..he..he..)

 

Kesimpulan saya
akan kejadian ini;

  1. kejadian ini analog dengan kejadian
         sebelum-sebelumnya seperti kasus kolor ijo itu lho….(terlepas dari
         tujuan apapun yang dimaksudkan oleh si pembuatnya)
  2. kemungkinan  kejadian ini bukanlah bagian dari
         aktivitas ”santet menyantet” semata dan kalaupun terjadi semestinya bisa
         dijelaskan secara empiris (tentunya para fisikawan lebih kompeten untuk
         menjelaskan fenomena ini) Apakah memang sinar infra merah dapat merambat
         melalui gelombang dengan frekuensi tertentu.

 

Kenapa ya di negara kita sering sekali terjadi kasus-kasus seperti ini,
apakah dinegeri barat juga fenomena ini sering terjadi bukan hanya ada di
film-film horor saja? Kalau tidak salah filmnya pernah ada deh,… saya
jadiingat film ”The Ring O” kayaknya mirip-mirip deh ceritanya Cuma, kalo itu
pakai kaset video bukan menerima telfon.

 

Tulisan ini
dibuat 2 minggu yang lalu, dimuat karena, baru saja si teteh bercerita, kasus
ini sudah sampai ke Bandung ada temannya yang menjadi korban.

May 20th, 2008

Sabtu, 18 Mei 2008 :

Posted by faridoet in Cerita

Ba’da
Dhuhur:

Mba
Pipit sakitnya semakin parah,sepertinya gejala tyfus.

 

Ba’da
Ashar : akhirnya aku melepas Mba Evu untuk yang kedua kalinya. Kembali ke

Jakarta. Semoga saja
benar, kecerdasan, keberuntungan, kebaikan dan perjodohan memang menular!

 

Bergegas
ke tempat Ana, membungkus kado dan membuat sebait puisi untuk pertunangan Nji,
malam ini.

Pulang,
mandi berkemas dan segera cabut ke ujung berung berdua dengan Ana. Di angkot. Berdua
mereka-reka rencana untuk pulang nanti malam. Aku lihat wajahnya yang cantik
dengan gincu warna pink gelap serasi dengan bajunya, tak kuasa menyembunyikan cemas
hatinya. Ini kali pertama ia keluar malam tanpa jemputan, di tanah orang pula!
Berusaha tenang! Tunjukkan wajah paling berani dan tegar, ini kali pertama aku
keluar malam di Bandung.
Aku yakin, pasti kami bisa lalui malam ini. Berjuang keras dalam hatiku untuk
menghilangkan cemasnya.

 

Ba’da
Isya:

Alhamdulillah,
sebelum isya kami tiba dengan selamat di Ujung berung. Langsung ke Masjid dekat
rumah Nji. Ba’da Isya, kami baru ke rumah Nji. Rombongan keluarga pria baru
saja tiba. Tamu masih sepi. Masuk lewat pintu belakang. Kami temui Nji di
kamarnya. Kebaya krem, dengan celana panjang, rambut di sangggul ala sarang
lebah dengan riasan wajah natural. Cantik!

Acara
dimulai, sambutan, sambutan, sambutan. Akhirnya yang dinanti tiba, khitbah!
Dalam bahasa sunda disampaikan oleh
wakil dari keluarga pria, pinangan berlangsung khidmat. Tercenung! Kali pertama
aku menyaksikan prosesi seperti ini. Terhanyut dan terharu! Selamat sahabat.

Makan,
bertemu Bu Emma, Andin & Wara, serta Pak Rahmat dan putrid cantiknya yang
berjubah hitam tanpa cadar.

 

Pukul
21.00 :

Rencana
telfon taxi gagal. Kami di antar sampai terminal Caheum. Nekad! Terlalu berani
ambil resiko! Pak Rahmat dan Ana langsung berhenti di depan sebuah angkot. Naik
angkot! Hanya kami berdua wanita diangkot. Dua orang pria di pojok, menatap
kami tak sedap, liar! Aku cemas. Kulihat Ana jauh lebih cemas.  Berdoa! Berdoa! Berdoa! Berpikir! berpikir!
Berpikir! Tiba-tiba aku membuka percakapan dengan logat batak lebih kental dari
logat batak Ana sekalipun! Improvisasi! Ingat peranku menjadi Tiur di acara
Inagurasi SKI (Sie Kerohanian Islam) kampus bertahun-tahun lalu. Batak abisss!
“Bah! kenapa pula kau ini Na?” “Tak
cakapkah kau, tentang rencana kita pada Pak Rahmat?” “Lupa lah Aku Kak!, asyik
kami bercerita tentang pengalaman dia datang ke Medan”. Muliate Allah, atas lidah yang
lentur ini.. Ana cerdas dan cepat tanggap. Berakting di angkot! Sukses! Pelajaran
pertama bagi Ana dalam mempertahankan diri, kamuflase! Tatapan-tatapan iseng
para pria itu berubah sudah! hanya berani sekali-sekali curi pandang. 5 pria
semua turun di gasibu. Ada
panggung artis-artis ibukota. Tinggal kami berdua. Bersyukur, Alhamdulillah,….
Setidaknya kami tinggal separuh perjalanan lagi…

 

Tiba
di gerlong pukul 22.30 dengan ongkos lebih murah. Sopirnya percaya pada acting
kami. Astagfirullah,… kami tidak berniat menipu siapapun.

Bermalam
di tempat Ana. Ana masih mengoceh tentang pengalaman pertamanya berakting
diangkot. Aku tertidur…Zzz…zzz…zzz..

 

Minggu,
Pukul 4.15

Bangun.
Tidak sempat tahajjud. Shubuh di mushola dekat kos Ana. Hanya kami wanita.
Berdua, lagi.

Tuhan
terima kasih atas perlindungan-Mu tadi malam.

May 16th, 2008

Pembagian dengan Nol

Posted by faridoet in Uncategorized

Sebetulnya masalah pembagian dengan nol ini, saya
renungkan sudah sejak lama sekali. Kira-kira tahun 2004 dulu. Namun sempat
datang dan pergi karena masih belum yakin dengan apa yang saya pikirkan.
Beberapa bulan yang lalu, ketika saya sakit, saya kembali teringat akan masalah
pembagian dengan nol ini, dipicu oleh sebuah statement seorang teman yang
mengomentari hilangnya kunci kamar kos saya sebagai berikut; “menurut hukum
konservasi energi, kunci Mba Ida tidak hilang tapi hanya berpindah tempat saja”

Dari sini, saya merenungi makna kehilangan, sebetulnya
pada kasus ini memang jelas segala sesuatu yang kita anggap hilang pada
hakikatnya bukanlah musnah hanya berpindah tempat tanpa sepengetahuan kita.
Namun lebih dari itu, saya pikir segala sesuatu di dunia ini pada hakekatnya
tidak ada yang “musnah” begitu saja. Kayu yang terbakar tidak berarti musnah,
hanya berubah massa dan bentuknya saja. Demikian pula sampah yang terurai,
sesungguhnya hanya wujudnya saja yang membusuk namun dibalik itu semua sebagai
sebuah energi mereka tetap eksis. Air yang mengeringpun demikian, tidak lenyap
begitu saja dari tempat dimana air itu berada, namun berubah menjadi uap karena
pengaruh suhu. Coba, renungkan adakah materi yang benar-benar dapat musnah di muka
bumi ini?

Hingga saat ini, saya tidak dapat menemukannya walaupun
hanya sebuah. Apakah sekarang sahabat bertanya-tanya, “jika demikian apa
hubungannya dengan konsep pembagian dengan nol?”

Sebelum melangkah ke sana, saya ingin sedikit mengulas
sebuah berita yang dengan tidak sengaja saya ketemukan ketika sedang mencari
bahan untuk sebuah tulisan ringan tentang “Himpunan Cantor” yang saya pelajari
pada mata kuliah Analisis Real. Berita tersebut ditulis oleh wartawan BBC Ollie
Williams, kurang lebih inti beritanya adalah ada seorang guru “James Anderson” (University
of Reading Academic) yang menemukan solusi dari sebuah permasalah berusia 1200
tahun yaitu pembagian dengan nol.  Dr.
james ini mengatakan bahwa “nullity” adalah sebuah bilangan tertentu dengan
nilai 0/0. Sehingga operasi aritmatika berlaku pula untuk bilangan ini. Hal ini
tentu saja mengundang ribuan komentar terutama dari kalangan matematikawa yang
menolak dengan keras. Selama ini , 0/0
dalam matematika hasilnya adalah “tak tentu” dan pembagian dengan nol (dimana
pembilang tidak sama dengan nol) dalam matematika tidak terdefinisi. Perhatikan!
Kata tersebut berbunyi “tidak terdifinisi” bukan “tidak didefinisikan”. Memang
apa beda kedua frase tersebut? Ya jelas berbeda. Makna frase “tidak didefinisikan”
berarti memang dengan sengaja hal itu dilakukan, contohnya adalah konsep titik
pada sistem geometry, titik memang tidak didefinisikan, terkadang dia disebut
juga sebagai pengertian pangkal. Sedangkan “tidak terdifinisi” berarti tidak
dapat didefinisikan. Nah, sekarang sesorang yang bukan berlatar belakang
matematika mendefinisikan hal yang tidak terdefinisi dalam matematika, apakah
ini salah? Tentu saja tidak. Sah-sah saja siapapun berusaha untuk melakukan
sebuah revolusi teori(demikian Dr. James mengungkapkannya) hanya saja perlu
diketahui bahwa matematika adalah ilmu tentang pola keteraturan, struktur yang
terorganisir, bersifat deduktif yang tidak menerima generalisasi berdasarkan
observasi induktif semata. Jika “nullity” ini didefinisikan sebagai sebuah
bilangan, maka jika saya tanya bagian dari himpunan bilangan apa 0/0 itu? Tentu
saja menjadi tidak dapat terjawab. Bahkan jika 0/0 ini adalah sebuah bilangan,
maka akan terjadi kekacauan berpikir, coba perhatikan 3 x 0 = 0 dan 5 x 0 = 0
sehingga 3 x 0 = 5 x 0 ; 3 x 0/0 = 5 x 0/0 ; 3 = 5 . Nah Lho! Fatal kan
akibatnya? Jadi bukan sebuah sinisisme jika ribuan matematikawan dan pendidik
matematika memberi komentar miring pada berita ini.

Beralih dari “nullity” yang diungkapkan Dr. James. Saya
ingin mengungkapkan apa yang selama ini saya pikirkan. Bagi saya, pembagian
dengan nol(dengan pembilang tidak sama dengan nol) pada hakekatnya adalah
sebuah usaha “pemusnahan suatu materi” Wuih,…. kayaknya ngeri banget ya?!
Justru sebaliknya ini sederhana saja kok. Pembagian pada hakekatnya adalah
pengurangan berulang. Contoh; 6 permen dibagi untuk 2 anak, maka masing-masing
anak mendapatkan 3 permen. Ini berasal dari 6 dikurangi 2 sebanyak tiga kali
hingga permennya habis. Atau, teman saya lebih suka menggunakan karung, “200
liter beras dibagi ke dalam 5 karung” maka masing-masing karung mendapatkan
40liter beras”. Artinya 200 beras tadi dimasukkan(hingga habis) ke dalam
beberapa tempat baru yang disediakan dengan masing-masing tempat mendapatkan
besaran yang sama. Nah sekarang, kalau
200liter beras dibagi 0 keranjang, beras itu harus habis tetapi keranjangnya
tidak ada( ketika diskusi, sebetulnya saya
mau jawab “ya diganti karung aja to”
Jhe..he..he) itu artinya beras itu harus musnah (menurut
saya). Dalam matematika 0 adalah sebuah bilangan namun beberapa
non-matematikawan beranggapaan bahwa nol bukanlah sebuah bilangan karena
sesorang tidak mungkin memiliki sesuatu sebanyak nol. (bukankah memiliki
sesuatu sebanyak nol ekivalen dengan tidak memiliki apa-apa?….. ini kan dapat
dengan sederhana dijelaskan menggunakan logika “implikasi” dan kontraposisinya)

 saya menenukan
bahwa dengan memaknai konsep ini saya semakin memahami Ke-Maha Absolutan Tuhan.
Bahwa pada hakekatnya tidak ada satupun yang dapat memusnahkan massa (yang
telah diciptakan Tuhan) di dunia ini. Membagi dengan nol mempunyai makna
“memusnahkan apa yang dibagi” oleh karena itu dalam matematika setiap pembagian
dengan nol tak terdefinisi. Bagaimana dengan kasus 0/0? Dengan konsep yang sama
maka kita akan mendapatkan jawab “nol” atau “tak tentu” bahkan “tak berhingga”
banyaknya jawaban yang akan diperoleh. 0/0 dapat diilustrasikan massa dengan
besaran nol akan dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang (yang tidak ada)
sehingga tentu saja hasilnya ya “ketiadaan” itu sendiri. Pada dasarnya
berapapun keranjang yang disediakan, ya bisa saja didistribusikan merata massa
dengan besaran nol karena akan memberikan hasil yang sama untuk setiap
keranjangnya berapun keranjang yang disediakan.

Secara aritmatika, ini lebih mudah dipahami;

0/0 = 1 , karena 0 = 0 x 1; 0/0 = 5 , karena 0 = 5 x 0
dan seterusnya bahkan untuk seluruh anggota bilangan kompleks sekalipun akan
memenuhi aturan tersebut.

Masalahnya bagaimana jika pembagian dengan nol dilihat
melalui kacamata limit, seperti yang diyakini teman saya, bahwa suatu bilangan
yang bukan nol jika dibagi nol maka hasilnya adalah tak hingga. Hal ini
sebetulnya menjelaskan limit x
à 0 dari 1/x dan ini tidaklah sama dengan konsep pembagian, kenapa? Karena limit itu
berlaku pada barisan, yang dapat dipandang sebagai pemetaan dari himpunan
bilangan asli ke Riil atau riil dimensi p. Nah, jika nol yang dioperasikan
terdapat pada semesta himpunan bilangan bulat maka hal ini tidak bisa dilakukan
karena dapat ditemukan lingkungan dari x yang jika terdapat suatu
bilangan asli k maka untuk setiap n anggota N, menyebabkan 1/x
termuat dalam lingkungan dari x. Nah lho pusingkan?! (saya juga! He..he..he..)
maksudnya gini deh,… limit itu intinya adalah nilai pendekatan, jadi x
mendekati nol itu tidak berarti x = 0, nah untuk semsta ini tentu saja ada
nilai x mendekati nol, contoh 0.0000000000000001 namun pada semesta bilangan
bulat nilai ini tidak ada. Nol ya hanya nol.

Rasanya pendapat saya bahwa pembagian bilangan bukan nol dengan
nol itu merupakan usaha pemusnahan materi di semesta alam raya sejalan dengan
kesepakatan para matematikawan bahwa pembagian dengan nol tidak terdifinisi.
Pembagian suatu bilangan bukan nol dengan nol sama artinya dengan memusnahkan
total sesuatu materi di alam dunia ini padahal hal ini tidak mungkin terjadi
karena pada dasarnya segala yang terdapat didunia tidak dapat musnah tiada
begitu saja melainkan hanya berubah bentuk, massa atau energinya, atau hanya
sededar berpindah tempat bahkan sesuatu yang tidak terlihat sekalipun seperti
angin dan gelombang. Hanya Tuhanlah yang mampu memusnahkan ciptaannya, Dia yang
Maha Kuasa menciptakan dari ketiadaan menjadi ada dan akan meniadakan apa yang
ada walaupun “Ketiadaan”-Nya tiada meniadakan AdaNya.

Seperti melakukan pembuktian dari pernyataan “ jika x anggota bilangan complek dan x tidak
sama dengan nol maka x/0 tidak terdifinisi”( Mengapa saya memilih x
yang merupakan anggota bilangan komplek? Karena ini adalah semesta terbesar
dari himpunan bilangan yang biasa kita kenal
).Dengan teknik reduksio ad
absurdum; Andaikan x/0 terdifinisi, misal sama dengan α, maka x/0 =
α hal ini menyebabkan x  = 0 . ini bertentangan dengan pernyataan bahwa
x  tidak sama dengan nol. Oleh
karena itu pengandaian harus diingkar. Dengan sudut pandang yang lain maka
andaikan pembagiansebarang bilangan bukan nol terdifinisi maka artinya kita
memusnahkan suatu materi di alam ini, hal ini tidak mungkin karena hanya Tuhan
yang mampu melakukannya dengan segala Ke-Maha Besaran-Nya.

 (Saya berlindung
kepada Tuhan dari segala dampak negatif tulisan ini, semoga dengan pemikiran
ini dapat menuntun kita agar bertambah yakin akan Ke-MahaBesaran Tuhan tulisan
ini masih akan bertumbuh, ……………… setelah terendap lama, suatu
ketika dibulan Mei saya berani mempublikasikannya)

 

May 16th, 2008

Romantisme Matematika

Posted by faridoet in Uncategorized

Beauty is the first test:
there is no permanent place in
this world for ugly mathematics.
G. H. Hardy

 

Dalam kelas “Reviuw Journal Internasional” kemarin, ketika
Pak Amri mendapatkan giliran perdana untuk presentasi hasil kajian journal
internasional pendidikan matematika yang sudah dipihnya, Prof. Jhosua
melontarkan contoh tentang “Mathematics is a magic” dipicu oleh pertanyaan Pak
Rahmat tentang pengertian matematika untuk rekreasi, berdasarkan kajian teori
dari journal Pak Amri.  dengan
mempraktekan sebuah kasus yang sebetulnya sudah sering dilontarkan dalam
workshop-workshop pendidikan matematika, mau tau ? begini ceritanya,….

Awalnya Prof Jhos mengemukakan pendapatnya bahwa “guru
matematika cenderung akan mengajarkan matematika sesuai dengan persepsi
matematika yang dipahaminya atau yang dianutnya”. Jika guru memandang
matematika sebagai sekumpulan rumus dan mekanisme penggunaannya maka iapun akan
mengajarkan kepada siswa-siswanya mekanisme menghapal rumus dan menggunakannya dalam
penyelesaian masalah. Nah, jika gurunya seorang penganut paham matematika
formal yang fanatik, maka siswa harus dengan senang hati menerima berbagai
macam teorema dan bukti-bukti yang tercipta seperti mantra sakti!
J (he..he..he… ini memang biasanya bagian paling sulit
bahkan untuk mahasiswa jurusan matematika sekalipun, setuju khan?). dan masih
banyak lagi deh contoh-contoh lainnya…. hal ini sebetulnya dapat menyebabkan
terjadinya pemahaman yang sempit tentang matematika.

Kembali pada pertanyaan Pak Rahmat, Prof. Jhos menjawab
dengan memberi contoh kurang lebih seperti yang saya uraikan di bawah ini;

· Coba pilih 3
angka yang saling berbeda satu dengan lainnya sehingga membentuk sebuah
bilangan ribuan.

· Kemudian dari
ketiga angka yang berbeda pada langkah pertama, susunlah semua kemungkinan
bilangan puluhan yang muncul dimana kedua angka saling berlainan sesuai
susunannya. Pada langkah kedua ini akan diperoleh 6 bilangan puluhan yang
berlainan.

· Jumlahkan
ke-enam bilangan pada langkah kedua, misal , X

· Jumlahkan
ketiga angka pada bilangan ribuan di langkah pertama, misal, Y

· Bagilah X
dengan Y, maka akan selalu diperoleh hasil 22 , walaupun angka yang dipilih
pada langkah pertama berlainan namun hasil akhir pasti sama. Disinilah letak
“magic”-nya

Sukses mencoba?…. jika belum coba lagi deh supaya nanti
tidak sampai mati penasaran atau penasaran sampai mati? He..he..he..
J kalau ini sampai terjadi berarti matematika bukan saja untuk
rekreasi lagi tapi bisa untuk bunuh diri ya? …. ^O^
Sebetulnya yang menarik perhatian saya, bukan pada uraian
yang dilontarkan Prof. Jhos, melainkan kalimat yang dilontarkan Pak Rahmat,
sewaktu kami berduyun-duyun keluar dari kelas tersebut.

“Padahal tadi Saya harapkan beliau akan mengemukakan
teori tentang matematika adalah ilmu yang romantis lho…” Kurang lebihnya Pak
Rahmat berseloroh demikian

Saya, yang lamat-lamat mendengar dari belakang,
tergelitik untuk mengomentari.

“Wah,… Pak Rahmat belum tahu ya, kalau matematika itu
sebetulnya ilmu yang sangat romantis lho….”

“Oh Ya Mba?…..Masa Sih?”

“Coba deh Bapak buka blog saya (Weleh-weleh! Promosi
euy,…… sekalian praktek strategi self-marketing he..he..he..
), Bapak
pasti setuju kalau matematika itu bisa sangat romantis”

Sebetulnya saya mau menjelaskan panjang lebar bahwa Disana
ada beberapa puisi yang tercipta sebagai implementasi konsep-konsep matematika
yang tertuang dalam bentuk puisi, tapi saya teringat bahwa salah satu strategi
dalam self-marketing startegy adalah membuat orang penasaran, jadi saya urungkan
penjelasan itu. (hi…hi…hi…)

Kenapa saya bisa begitu ‘pede’ mengatakan bahwa
matematika juga bisa menjadi ilmu yang romantis? Mau tahu jawabnya? …. Fine!
I’ll explain it smoothly, Please read it carefully,… (sok deh pake baha
singgris segala!:))

Kata “Romantis” yang berasal dari bahasa belanda
“Romantisch” memiliki makna
“mengesankan, menghanyutkan perasaan (kisah percintaan)” setidaknya begitulah
definisi menurut Kamus Baru Bahasa indonesia yang saya miliki. Nah, dari makna
kata “mengesankan” sebetulnya sudah dapat menjadikan matematika sangat
romantis, karena tentu saja banyak hal mengesankan dalam matematika, contoh
paling dekat adalah betapa mengesankannya bilangan irrasional Phi baik cara
memperolehnya, ataupun struktur dan relasinya ataupun juga “golden rasio” yang
sangat mengesankan karena ternyata susunan kelopak bunga matahari memiliki
perbandingan ini.

Nah, untuk makna kata romantis sebagai sesuatu yang
menghanyutkan perasaan, maka tengoklah puisi dengan judul “KITA, ASYMTOT ATAU
PARADOKS ZENO” dimana konsep tentang asymtot dan limit dapat merepresentasikan
perasaan dengan begitu sempurna. Oleh karenanya tidak berlebihanlah jika saya
mengatakan bahwa matematika dapat menjadi begitu romantis.

Jika sahabat ingin melihat contoh lebih jauh lagi,
pernahkan sahabat mendengar tentang grafik Julia yang indah dan menawan? Atau
garfik-grafik kardioda yang berbentuk “hearth” berikut ini;

Kardioda_1
Love_dimensi_3_1

Bukan hanya itu, keromantisan matematika juga terlihat
ketika seseorang dapat begitu terhanyut dalam menekuni
permasalahan-permasalahan yang tidak mudah sehingga orrang tersebut akan
melupakan segalanya, (seperti orang jatuh cinta saja bukan?….) siang malam
hanya memikirkan persoalan tersebut, bahkan sampai terbawa mimpi! Seperti yang
terjadi pada Maria Agnesi yang menyelesaikan gambar kurva y=(a^3)/(a^2+x^2)
dalam mimpinya.

Nah, rasanya uraikan singkat ini walaupun mungkin masih
jauh dari penjelasan tentang teori romantisme matematika namun setidaknya dapat
memberikan gambaran sekilas tentang matematika dalam wajah yang berbeda.

Next Page »
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: