Pemerintah Pembohong
Syabab.Com - Anak kos memang tidak selalu
identik dengan kondisi prihatin, tergantung berapa besar jatah dari ortu. Jika
besar, memang mujur. Tapi jika pas-pasan, selamat menikmati keprihatinan. Jika
jatah dari ortu tidak cukup hingga akhir bulan, ada kebiasaan yang sering
dilakukan anak kos. Pertama, pinjam uang ke teman kuliah yang kondisi
keuangannya lebih beruntung. Bulan berikutnya kembali berhutang, hanya
berpindah ke teman yang lain, begitu seterusnya. Langkah kedua, jika semua
teman sudah jadi ‘korban’ pinjaman, mulailah asset dijual. Mula-mula gitar,
terus rice cooker, lemari pakaian, hingga komputer. Kalau sudah nikah, cincin
kawin jadi sasaran. Langkah ketiga, biasanya mulai mengurangi atau menghapus
pos pengeluaran penting, seperti bayar SPP, praktikum, buku, dll.
Manajemen anak kos pasti beda dengan manajemen negara. Selain lebih kompleks
juga punya konsekuensi besar, karena berhubungan dengan perut jutaan orang,
bukan sekadar perut sendiri. Tapi jika manajemen anak kos diadopsi untuk
mengurus negara, maka selamat menanti kebangkrutan.
Negara dengan style anak kos, jika merasa tidak mampu (baca: malas) mengelola
sumber daya alam dengan baik sehingga berdampak defisitnya anggaran, maka
sibuklah sang presiden mencari bantuan (baca: pinjaman) luar negeri yang harus
dikembalikan setiap tahun plus dengan bunga. Dalam APBN 2008 saja kewajiban
pemerintah untuk bayar hutang plus bunga mencapai Rp 91,365 trilyun. Jika
hutang sudah segunung, maka jual asset menjadi ’solusi’ berikutnya. Tahun 2008
saja sedang antri sekitar 37 BUMN yang siap dilego ke pasaran, termasuk dijual
ke pihak asing tentunya.
Kalau alternatif menjual BUMN pun sudah maksimal, maka tinggal mengurangi hak
rakyat. Rakyat sebagai pemilik sumber daya alam dipaksa untuk membeli miliknya
sendiri, maka subsidi BBM pun perlahan tapi pasti akan dicabut total, alias
harganya dinaikkan. Alasannya, jika BBM dijual ke rakyat dengan subsidi, tentu
tidak menguntungkan dan pasti menambah beban. Tapi kalau dijual ke orang lain
(baca: asing) tentu lebih menguntungkan. Logika inia persis seperti anak tukang
bakso yang minta 1 porsi ke Sang Ayah. Lalu Ayahnya bilang, "Nak, bakso
ini dibuat untuk dijual, bukan untuk kita makan. Kalau kamu mau makan bakso ini
silahkan, tapi harus bayar seperti orang lain. Daripada kamu makan, lebih baik
Ayah jual saja".
Walhasil, jika mengelola negara sesederhana manajemen anak kos, maka tentu
kabinet ekonomi tidak perlu kuliah jauh-jauh mengejar gelar PhD di Barkeley
misalnya, serahkan saja ke mahasiswa tingkat I, cukup digaji untuk bayar biaya
kos plus makan di warteg tiga kali sehari, selesai masalah! [opini/syabab. com]
itunk sapar <itunk_30@yahoo. co.id> wrote:
Tak ada subsidi BBM. Pemerintah mengambil minyak bumi milik rakyat
secara gratis dengan biaya hanya US$ 10/barrel. Tapi karena hanya bisa
menjualnya seharga US$ 77/barrel pemerintah merasa rugi jika harga
minyak Internasional lebih dari harga itu.
- Indonesia tidak 100% impor!
- Kebutuhan BBM Indonesia 1,2 juta bph.
- Produksi 1 juta bph (dgn biaya < US$ 15/brl)
- Harusnya impor hanya 0,2 juta bph dengan biaya Harga
Internasional+ US$15/barrel
Jika harga minyak Internasional US$ 125/barrel dan biaya US$ 15/barrel
serta impor 200 ribu bph maka pemerintah Indonesia dengan harga Rp
4.500/liter (US$ 77/brl) untung US$ 49,4 juta per hari atau Rp 165,8
Trilyun dalam setahun (1US@=Rp 9.200).
Pemerintah Untung Rp 165,8 Trilyun!
Bohong besar jika bilang Pemerintah rugi Rp 123 Trilyun!
HARGA BENSIN INDONESIA PALING MURAH? TIDAK!
Perbandingan Harga Bensin antar Negara
Indonesia : Premium Rp 4.500/ltr, Pertamax Rp 8.700/ltr
Negara Rp/liter
Venezuela 460
Turkmenistan 736
Iran 828
Nigeria 920
Saudi Arabia 1.104
Kuwait 1.932
Mesir 2.300
Indonesia 4.500
Malaysia 4.876
Cina 5.888
AS 8.464
Jepang 9.292
ORANG INDONESIA BOROS ENERGI? TIDAK!
Konsumsi BBM Indonesia di urutan 116 di bawah negara
Afrika seperti Botswana dan Namibia .
PEMAKAI BENSIN HANYA ORANG KAYA? TIDAK!
Yang berkata itu tak tahu BBM dipakai orang miskin seperti:
- Supir Bis, Metromini, Mikrolet
- Supir Truk pengangkut barang
- Para nelayan
- Penumpang angkot (bukan orang kaya) jika BBM naik pasti menderita
karena tarif angkot naik
Jika BBM naik, harga barang naik karena didistribusikan dengan
Truk/BBM. Rakyat miskin menderita
Jumlah pemilik mobil mewah < 5% (<10 juta)!
BLT UNTUK ORANG MISKIN?
- Pada kenaikan BBM sebesar 125% tahun 2005 tidak semua orang miskin
kebagian.
- Tahun ini hanya 18 juta. <30% dari 62 juta rakyat miskin Absolut
versi Bank Dunia
- BLT 2005 hanya berjalan 1 tahun
- Setelah kenaikan BBM seluruh harga barang naik
- Jumlah Korban Busung Lapar/Kurang Gizi 5 juta orang
- Korban Tewas busung lapar jatuh di Aceh, NTT, Sulsel, dan Papua
Versi Miskin
Pemerintah: US$ 0,6/hari. Dunia: US$ 1/hari
ENERGI INDONESIA UNTUK SIAPA?
- Indonesia ekspor 70% batubara ke luar negeri
- Indonesia pengekspor LNG terbesar di dunia
- Indonesia ekspor 500 ribu bph minyak
Sementara listrik sering padam, rakyat antri gas, minyak
tanah dan bensin. Energi Indonesia untuk siapa? (Kompas)
Jika energi diprioritaskan untuk dalam negeri dan Pembangkit listrik
PLN yang memakai BBM dialihkan ke PLTA, PLTG, atau batubara, maka
Indonesia tak perlu impor BBM sama sekali.
Indonesia butuh pemimpin cerdas!
90% minyak Indonesia dikelola perusahaan asing!
PERUSAHAAN ASING KAYA, INDONESIA MISKIN
Keuntungan Perusahaan Migas yang beroperasi di Indonesia, Exxon Mobil
tahun 2007 sebesar US$ 40,6 milyar (Rp 373 trilyun) dari pendapatan
US$ 114,9 milyar (RP 1.057 trilyun –CNN).
Bagi hasil migas sebesar 85:15 untuk pemerintah dan perusahaan asing
baru dilakukan setelah dipotong "Cost Recovery" yang besarnya
ditetapkan perusahaan asing. Jika tidak tersisa, Indonesia tidak dapat.
Di Blok Natuna setelah dipotong Cost Recovery Indonesia dapat 0 dan
Exxon 100% (Kompas, 13 Oktober 2006) Transparansi International
Indonesia menemukan biaya senang-senang main golf dimasukkan dalam
Cost Recovery (DetikFinance. com)
SOLUSI PRO RAKYAT
Kenaikan harga BBM bukan solusi, hanya akan masuk ke perusahaan minyak.
Menaikkan harga Premium menyusahkan rakyat kecil dan menguntungkan
perusahaan minyak
Solusi yang tepat:
- Kenakan PPN 20% untuk Pertamax. Pajak masuk negara.
- Kendaraan pribadi harus beli Pertamax
- Premium hanya boleh dibeli angkutan umum
- Pajak STNK Mobil Mewah 10% dari harga jual
- PPN Ekspor 20% untuk Perkebunan (Kelapa Sawit) dan Barang Tambang
- Nasionalisasi Perusahaan Minyak Asing di Indonesia
Jika pemerintah tidak bisa mengawasi ribuan pom bensin, apalagi
penyaluran BLT ke puluhan juta rakyat
TAK ADA SUBSIDI BBM!
Stop Penipuan Massal ini!
Berhenti menyengsarakan Rakyat
Nabi: Akan datang sesudahku penguasa. Di atas mimbar memberi petunjuk
dengan bijaksana. Tapi bila turun darimimbar mereka menipu dan
mencuri. Hati mereka
lebihbusuk dari bangkai. (HR. Ath-Thabrani)
Pengkhianat paling besar adalah penguasa yang memperdagangkan
rakyatnya. (HR. Ath-Thabrani)
Sumber: milis Dosen Indonesia