Bianglala Kehidupan

July 24th, 2008

Sebuah Sms dari Seorang Mahasiswa

Posted by faridoet in Cerita

20-Jul-08 14:30
From:
+62813932….

Asww, bu farida ni ###### anak angktn 02 yg pling pinter n paling sregep.Alhamdulilljah hsan dah mo wsuda

Begitulah sms yang saya terima dari salah satu mahasiswa saya, fulan. Refleks bibir saya mengembang dan mata saya berkaca-kaca. Saya senang dan terharu. Saya bukan dosen walinya saya juga bukan dosen pembimbingnya, hanya dosen dari beberapa matakuliah yang ditempuhnya dan sekali menjadi penguji pada matakuliah seminar matematika-nya tapi ia masih mengingat saya dan menyempatkan berbagi kabar bahagia dengan saya.

Saya ingat betul pada kelas Mikro Teaching Bu Nani, dimana saya menjadi salah satu panelis tamu untuk mahasiswa yang praktek, fulan ini sempat membuat kami tergelak-gelak dan bertanya-tanya, "Ada apa gerangan dengan anak ini?" pasalnya dia tidak mau tampil dengan berbagai alasan yang entah benar ataupun dibuat-buat sehingga akhirnya dia gagal pada kelas ini dan harus mengulang tahun berikutnya. semester selanjutnya kebetulan ia mengambil kelas saya "Masalah Nilai Awal dan Syarat Batas". berdasarkan pengalaman kelas mikro teaching itu saya mendeteksi bahwa ia punya masalah psikologis untuk tampil  berbicara di depan kelas, dan tentu saja ini berbahaya bagi seorang calon guru, oleh karena itu saya harus dapat membuatnya berubah.

Metode mengajar yang saya terapkan dalam kelas itu, selain ceramah dan diskusi kelompok, saya sering memberikan masalah untuk diselesaikan mahasiswa di depan kelas kemudian dijelaskan. biasanya saya memilih hari, tanggal atau abjad sebarang yang kemudian akan digunakan sebagai patokan untuk menentukan siapakah "mahasiswa yang beruntung" yang akan mendapatkan giliran maju. ( dan kadang-kadang memang seringkali kebetulan :) dan ini seringkali menjadi bahan gurauan saya dan mahasiswa lainya di kelas)
jadilah ia sering maju ke depan,…. walaupun pada awalnya ia kesulitan dan seringkali terlihat kikuk namun lama-lama menjadi biasa dan pada akhir semester ia berhasil lolos dari kelas saya walaupun dengan hasil yang pas-pasan (mata kuliah ini

kan

memang tidak mudah :))

Itulah sekelumit lintasan memory saya tentang fulan selain ujian seminarnya dengan revisi berkali-kali yang tidak banyak saya ingat.

Saya sempatkan untuk membalas sms-nya sekaligus mendokannya agar segera dapat mengajar dan memberi sedikit petuah untuk menjadi guru yang mengajar dengan akal dan hati.

Rupanya kamu cukup tekun untuk terus berusaha, fulan. Bagi saya, setiap anak didik memang punya potensi masing-masing, dan pendidiklah yang berperan untuk menemukan, menggali dan kemudian memunculkan dan mengasahnya menjadikannya bermakna baik untuk dirinya maupun lingkungannya.

20-Jul-08 14:30
From:
+62813932….

Klo kerj malah da mvlai thn kmrin bu.thn ajarn ni aq ngajar smp n sma

Begitu balasan darinya,….
lagi-lagi saya tertegun. Akh,.. saya tidak dapat melukiskan seperti apa warna hati saya.

Ya, Rabbana,…. tuntun dan bimbinglah langkah mereka dalam mengemban amanah, mendidik putra puti pertiwi agar menjadi insan-insan mulia.

July 21st, 2008

Doa Si Emang Tukang Sampah

Posted by faridoet in Cerita

Tukang_sampah Saya tidak mengenalnya dan bahkan beliau pun mungkin tidak tahu dimana saya tinggal. Namun, beliau telah membuat saya malu sekaligs terharu. Setiap kali saya berangkat ke kampus, selepas dari gang sempit dengan selokan air yang cukup dalam saya akan bertemu dengan beliau yang sedang sibuk memilah-milah sampah di samping gerobaknya pada lahan kosong disamping tembok pagar sebuah kos-kosan.

Awalnya saya tidak begitu menghiraukan ketika pertama kali samara-samar saya dengar beliau menyapa saya dengan ucapan salam, “Assalamualaikum Neng geulis,….” saya pikir biasanya lelaki memang sering kali menggoda perempuan berjilbab dengan

gaya

seperti ini jadi saya hanya menunduk dan berlalu begitu saja. Namun, setelah beberapa hari, ternyata kejadian ini terus berlangsung dan suatu hari saya mendengar sapaannya sangat jelas, “Assalamualaikum neng geulis, sing salamat ‘nya, pinuh barokah sakola keur sholehah,… mangga atuh,…..” sejenak saya tertegun, seketika itu juga saya menoleh dan ternyata beliau berkomat kamit masih sambil asyik bekerja tanpa menatap saya dengan tajam seperti kebanyakan pria iseng yang biasanya sering menggoda di jalan. Ya Allah, saya malu sekali sekaligus terharu hingga tidak terasa airmata menetes tiba-tiba. Malu karena telah berburuk sangka dan terharu ketika mendengar doa yang disampaikan untuk saya oleh orang yang tidak dikenal hampir setiap hari. Sejak saat itu, setiap kali lewat, saya sempatkan untuk sekedar membalas salam dan memberi sebuah anggukan kecil.

Hatur nuhun pisan mang,…..tos didoakeun, mugi Alloh paringkeun rizki nu barokah keur Emang sakaluargi, Amien.

July 20th, 2008

Terima Kasih Tuhan

Posted by faridoet in Putih, Sajak-Sajakku

Duhai Pemilik Semesta jagad raya,
terima kasih, terima kasih, terima kasih.
terima kasih atas segala nikmat yang tlah Engkau beri

July 20th, 2008

Piindah Kost

Posted by faridoet in Biru

Menghitung
hari,… detik demi detik,….

Rasanya penggalan lirik ini
tepat untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi pada diri saya. Yup! Hanya
beberapa hari lagi saya akan pindah dari kos ini, ke kos baru yang lebih dekat
dengan kampus.

Kos baru saya, letaknya
disebuah komplek perumahan kecil yang terletak dekat komplek Pesantren Darut
Tauhid. Mungkin memang bukan sebuah kebetulan biasa, saya bisa menemukan kos
baru ini. Sepertinya lebih indah dari sekedar kata “kebetulan” untuk
mengambarkannya. ^0^

Tidak terasa hampir satu tahun
sudah saya tinggal di rumah kos ini. Banyak hikmah yang ternyata saya dapatkan
dengan tinggal disini. Walaupun sempat ada sedikit konflik di saat-saat
pertengahan masa kontrak, namun Alhamdulillah,….. semuanya sudah berlalu dan
saat ini justru hubungan saya dengan keluarga Ibu terjalin sangat baik. Sebuah
pelajaran berharga bagi saya tentang arti dan makna kesabaran dalam
menyelesaikan sebuah masalah. Nilai filosofis ungkapan “batu sekeras apapun
dapat luluh dengan tetesan air” benar-benar saya buktikan dengan berlalunya
waktu.

Masa-masa akhir di kos lebih
banyak saya habiskan untuk bercengkrama dengan teteh dan Ibu. Jauh hari saya
sudah menyampaikan bahwa saya mungkin akan pindah tahun ini, teteh sudah
terlihat terpukul ketika saya menyatakan niat untuk pindah. Ini dapat
dimengerti, berkali-kali saya mencoba menempatkan diri saya pada posisinya.
Saya dapat merasakan sepi yang menyayat hati, teteh memang menghabiskan
waktunya 95% di rumah saja. Sahabatnya juga sangat sedikit yang berkunjung ke
rumah, dengan usia yang sama dengan saya tentulah kesendirian seperti ini
sering mengundang rasa sepi untuk singgah di hati. Selama saya tinggal di sini,
saya dan teteh memang sering berbagi, ada banyak hal yang dapat kami pelajari
bersama. Teteh sangat terampil dalam urusan rumah tangga, dari soal masakan,
pakaian sampai urusan cucian, teteh sering memberi tips ringan pada saya. Ups,
saya baru tahu kalau menjemur pakaian di genting itu jauh lebih cepat kering
dari pada saya gantung dengan hanger, setelah saya pikir-pikir benar juga
karena proses evaporasi terjadi pada seluruh permukaan baju jika baju
dihamparkan digenting sedangkan jika baju digantung maka air mengalir hanya ke
bawah saja dan evaporasi hanya terjadi pada bagian atas baju sehingga ini
menyebabkan bagian atas lebih cepat kering dan biasanya warna pakaian menjadi mbladus
bagian atasnya. He..he…he.. padahal tadinya saya ndak peka dengan urusan
beginian lho,…. Sebaliknya, saya hanya dapat memberikan beberapa tips dan
teknik untuk menjalankan beberapa program computer dan wacana dunia kampus yang
sering saya ceritakan padanya, teteh juga melahap beberapa novel saya setahun
ini. Semoga sedikit jarak tidak menjadikan simbiosis mutualisme ini berakhir,……

Akh,… sebetulnya saya masih
betah tinggal di sini, selain karena tempatnya bersih dan aman, lokasinya juga
dekat dengan mesjid dan lingkungannya nyaman dan hanif. Sayang, memang agak
jauh dari kampus. Terlebih jika rencana pemagaran kampus UPI jadi, maka saya
harus memutar ke depan untuk ke kampus. Terlalu jauh. Itulah salah satu alasan
mengapa saya pindah,… (Ups! Itu berarti  masih ada beberapa alasan lain ya,….:))

Kost baru, teman baru, semangat baru!

 

  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: