Usiaku Kini 28 Tahun,……….
Bandung, hari rabu tanggal 3 Juni 2008
Tepat 28 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku menghirup udara bumi. Hm,… 28 tahun sudah rupanya aku menjalani hidup, sudah ¼ abad lebih, kurang lebih 10080 hari atau 241920 jam, atau 14515200 menit atau 87912000 detik. Tidak bisa dibilang sebentar bukan? Namun bukan berarti juga sudah cukup lama bila dibandingkan dengan mereka yang sudah lebih dulu hadir di dunia dan masih bersama-sama menikmati kehidupan saat ini. Bila kehidupanku merupakan sebuah buku, maka setiap masa yang dilewati adalah satu episode dalam kehidupanku.
Dalam usia 28 tahun ini satu episode baru akan mulai kutulis. Tidak lama lagi, bila Tuhan ridha. Maka bab demi bab akan mulai ditulis dengan tinta cinta yang mata airnya dari dalam hati. Sebuah episode yang mungkin paling banyak dinanti oleh para pembaca novel kehidupanku. Keluargaku, kerabatku, sahabatku, kawan-kawanku, bahkan mungkin orang yang hanya mengenalku sekilas saja, atau orang yang baru saja dengan tidak sengaja mengenalku, yang pasti hampir banyak orang akan senantiasa memiliki kecenderungan untuk tertarik dengan topik utama pada episode ini. Tentulah kalian tahu tanpa harus kuungkapkan secara eksplisit bukan?!
Episode baru yang akan mulai aku tulis beberapa bulan lagi, mungkin salah satu episode yang penting dalam setiap novel kehidupan anak manusia. Episode tentang sebuah pilihan untuk mengisi entry dalam matrik ruang hatimu dengan keberadaan dia yang kelak diharapkan akan menjadi bagian dari hidupmu, selamanya bahkan hingga ke syurga. Ya,.. matrik dalam ruang hati akan memiliki entry baru, yang juga berarti aku menambah satu baris sekaligus satu kolom di sana. Kenapa? Karena, entry itu tidak akan mungkin hanya masuk seorang diri saja bukan, dia akan membawa serta anggota dalam matrik hatinya juga untuk masuk ke dalam matrik dalam ruang hatiku demikian pula sebaliknya.
Aku sekarang, perempuan 28 tahun, adalah hasil karya kuas kehidupan yang ditorehkan pada kanvas kehidupanku dengan warna-warna kejadian yang silih berganti selama 28 tahun. Dan lukisan kehidupanku adalah lukisan dengan gaya perpaduan antara realis, ekpresionis dan surealis tanpa dominasi warna tertentu, hapir semua warna rasanya sudah sempurna tersapu dalam setiap lambaian kuas selama 28 tahun ini. Merah, kuning, hijau dengan seluruh jenis differensialnya berpadu dengan sempurna menciptakan berjuta nuansa.
Aku mendapat kejutan istimewa, yang baru pertama kali aku alami, menjelang shubuh sahabatku datang membawa kue bertabur coklat sempurna dan dua batang lilin. Hanya berdua, berbagi kebahagiaan malam itu selepas sujudku yang sudah seperti ritual saja rasanya (sungguh kejam perasaan-perasaan dingin yang berkecamuk dengan pikiran-pikiran yang tidak sempurna dalam doa-doa yang sering mendua! Semoga saja Tuhan iba dan segera mengembalikan jiwa yang sedang terluka). Akh,… romantis sekali, sahabat baru yang Tuhan kirimkan adalah anugrah sekaligus kado termanis untukku kali ini. “Make a wish dulu Da sebelum tiup lilinnya!” he..he..he.. aku bahkan saat itu belum merumuskan apa yang aku inginkan pada peringatan tanggal dan hari kelahiranku yang ke-28. Anyway, akhirnya dalam waktu beberapa detik aku mengetahui apa permintaanku, aku meminta agar sahabatku yang membawakan kebahagiaan ini juga diberikan berkah kebahagiaan dalam hidupnya, dalam setiap langkahnya. Malam sebelumnya, calon penghuni baru matrik hatiku menjadi orang pertama yang memberiku kado sebuah tulisan dalam blognya. Sebuah keindahan yang menggugah. Cukup untuk membuat aliran sungai air mata di penghujung pagi ketika aku membaca tulisannya. (Semoga Tuhan ridha dan memudahkan segalanya bagi kita. Amien…..)
Tidak seperti tahun sebelumnya, peristiwa peringatan genapnya usiaku menjadi sebuah bilangan bulat kali ini, lebih banyak membuatku merenung ke jauh ke dalam diriku sendiri, terlepas dari berapa banyak yang telah aku lakukan dan harapan-harapanku di masa yang akan datang, aku lebih banyak merenung tentang diriku, Tuhanku, kelemahan dan kelebihanku, pilihan-pilihanku, hidupku, hatiku, jiwaku serta pertentangan-pertentangan di dalamnya yang terkait dengan kebenaran dan kejujuran. Semuanya tentang aku, egocentrisms. Sungguh bukan aku menafikkan entry-entry matrik hatiku yang lain, selain Tuhan melainkan karena aku hanya ingin bersama jiwaku kali ini. Walau hanya menghasilkan sebuah hipotesis sederhana bahwa; “Benar. Tidak mudah menjadi seorang Farida Nurhasanah” (sungguh aneh sebetulnya mengingat begitu banyak premis sebelumnya yang dapat berkakhir hanya dengan sebuah kesimpulan yang sepertinya dapat dibuat tanpa premis-premis panjang sekalipun,… sungguh menyebalkan bukan?! terdengar seperi sebuah egoism. Sungguh! dapat membakar dan melumat habis rasa ingin-tahu-mu yang hanya akan berujung tanpa jawab he..he..he..J) semua itu menghantarkan aku pada permintaan, Smoga Tuhan mengampuni dosa-dosaku dan menjadikan sisa usiaku menjadi penuh berkah, agar setiap langkahku ke depan senantiasa dalam petunjuk dan bimbinganNya. Amien.
Aku sekarang, perempuan 28 tahun.
